RSS

PAHALA BACAAN AL-QUR’AN TIDAK AKAN SAMPAI KEPADA SI MAYIT

15 Mei

Al-Hafizh Ibnu Katsir ketika menafsirkan ayat:
“Artinya : Dan bahwasanya seorang manusia tidak memperoleh (pahala) selain apa yang diusahakannya.” [An-Najm: 53]

Beliau t berkata:

Ãóíú: ßóãóÇ áÇó íõÍúãóáõ Úóáóíúåö æöÒúÑõ ÛóíúÑöåö¡ ßóÐóáößó áÇó íóÍúÕõáõ ãöäó ÇúáÃóÌúÑö ÅöáÇøó ãóÇßóÓóÈó åõæó áöäóÝúÓöåö. æóãöäú åóÐöåö ÇúáÂíóÉö ÇáßóÑöíúãóÉö ÇÓúÊóäúÈóØó ÇáÔøóÇÝöÚöíøõ ÑóÍöãóåõ Çááøóåõ æóãóäö ÇÊøóÈóÚóåõ Ãóäøó ÇáúÞöÑóÇÁóÉó áÇó íóÕöáõ ÅöåúÏóÇÁõ ËóæóÇÈöåóÇ Åöáóì ÇáúãóæúÊóì. öáÃóäøóåõ áóíúÓó ãöäú Úóãóáöåöãú æóßóÓúÈöåöãú æóáöåóÐóÇ áóãú íóäúÏõÈú Åöáóíúåö ÑóÓõæúáõ Çááåö Õóáøóì Çááøóåõ Úóáóíúåö æóÓóáøóãó ÃõãøóÊóåõ¡ æóáÇó ÍóËøóåõãú Úóáóíúåö æóáÇó ÃóÑúÔóÏóåõãú Åöáóíúåö ÈöäóÕòø æóáÇó ÅöíúãóÇÁò¡ æóáóãú íõäúÞóáú Ðóáößó Úóäú ÃóÍóÏò ãöäó ÇáÕøóÍóÇÈóÉö ÑóÖöíó Çááåõ Úóäúåõãú¡ æóáóæú ßóÇäó ÎóíúÑðÇ áóÓóÈóÞõæúäóÇ Åöáóíúåö. æóÈóÇÈõ ÇáúÞõÑóÈóÇÊö íõÞúÊóÕóÑõ Ýöíúåö Úóáóì ÇáäøõÕõæúÕö¡ æóáÇó íõÊóÕóÑøóÝõ Ýöíúåö ÈöÃóäúæóÇÚö ÇúáÃóÞúíöÓóÉö æóÇúáÃóÑóÇÁö.

“Sebagaimana dosa seseorang tidak dapat dipindahkan kepada orang lain, maka demikian pula ganjaran seseo-rang (tidak dapat dipindahkan/dikirimkan) kepada orang lain, melainkan didapat dari hasil usahanya sendiri. Dari ayat ini Imam asy-Syafi’i dan orang yang mengikuti beliau ber-istinbat (mengambil dalil) bahwasanya pahala bacaan al-Qur’an tidak sampai kepada si mayyit dan tidak dapat dihadiahkan kepada si mayyit, karena yang demikian bukanlah amal dan usaha mereka.

Tentang (mengirimkan pahala bacaan kepada mayyit) tidak pernah Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam me-nyunnahkan ummatnya, tidak pernah mengajarkan ke-pada mereka dengan satu nash yang sah dan tidak pula ada seorang Shahabatpun yang melakukan demikian. Seandainya masalah membaca al-Qur-an di pemakaman dan menghadiahkan pahala bacaannya baik, semestinya merekalah yang lebih dulu mengerjakan perbuatan yang baik itu. Tentang bab amal-amal Qurbah (amal ibadah untuk mendekatkan diri kepada Allah) hanya diboleh-kan berdasarkan nash (dalil/contoh) dari Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam dan tidak boleh memakai qiyas atau pendapat.”

Periksa: Tafsir Ibni Katsir (VI/33), cet. Darus Salam dan Ahkaamul Janaa-iz (hal. 220), cet. Maktabah al-Ma’arif.

Apa yang telah disebutkan oleh Ibnu Katsir dari Imam asy-Syafi’i itu merupakan pendapat sebagian besar ulama dan juga pendapatnya Imam Hanafi, sebagaimana dinukil oleh az-Zubaidi dalam Syarah Ihya’ ‘Ulumuddin (X/369).

Lihat Ahkaamul Janaa-iz (hal. 220), cet. maktabah al-Ma’arif th. 1412 H.

Allah berfirman tentang al-Qur’-an:

“Artinya : Supaya ia (al-Qur-an) memberi peringatan kepada orang yang HIDUP…” [Yaasiin: 70]

Artinya : “Maka apakah mereka tidak memperhatikan al-Qur-an ataukah hati mereka terkunci.” [Muhammad: 24]

Yang wajib juga diperhatikan oleh seorang Muslim adalah, tidak boleh beribadah di sisi kubur dengan melakukan shalat, berdo’a, menyembelih binatang, bernadzar atau membaca al-Qur-an dan ibadah lainnya. Tidak ada satupun keterangan yang sah dari Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam dan para Shahabatnya bahwa mereka melakukan ibadah di sisi kubur. Bahkan, ancaman yang keraslah bagi orang yang beribadah di sisi kubur orang yang shalih, apakah dia wali atau Nabi, terlebih lagi dia bukan seorang yang shalih.

Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam mengancam keras terhadap orang yang menjadikan kubur sebagai tempat ibadah. Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

áóÚóäó Çááøóåõ ÇáúíóåõæúÏó æóÇáäøóÕóÇÑóì ÇÊøóÎóÐõæúÇ ÞõÈõæúÑó ÃóäúÈöíóÇÆöåöãú ãóÓóÇÌöÏó.

“Artinya : Allah melaknat orang-orang Yahudi dan Nasrani (karena) mereka menjadikan kuburan para Nabi mereka sebagai tempat ibadah.”

Tidak ada satu pun kuburan di muka bumi ini yang mengandung keramat dan barakah, sehingga orang yang sengaja menuju kesana untuk mencari keramat dan ba-rakah, mereka telah jatuh dalam perbuatan bid’ah dan syirik. Dalam Islam, tidak dibenarkan sengaja mengada-kan safar (perjalanan) ziarah (dengan tujuan ibadah) ke kubur-kubur tertentu, seperti, kuburan wali, kyai, habib dan lainnya dengan niat mencari keramat dan barakah dan mengadakan ibadah di sana. Hal ini dilarang dan tidak dibenarkan dalam Islam, karena perbuatan ini adalah bid’ah dan sarana yang menjurus kepada kesyirikan.

Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

áÇó ÊõÔóÏøõ ÇáÑöøÍóÇáõ ÅöáÇøó Åöáóì ËóáÇóËóÉö ãóÓóÇÌöÏó: ãóÓúÌöÏöíú åóÐóÇ¡ æóÇáúãóÓúÌöÏö ÇáúÍóÑóÇãö¡ æóÇáúãóÓúÌöÏö ÇúáÃóÞúÕóì.

“Artinya : Tidak boleh mengadakan safar (perjalanan dengan tuju-an beribadah) kecuali ketiga masjid, yaitu Masjidku ini (Masjid Nabawi), Masjidil Haram dan Masjidil Aqsha.”

Adapun adab ziarah kubur, kaum Muslimin dianjur-kan ziarah ke pemakaman kaum Muslimin dengan me-ngucapkan salam dan mendo’akan agar dosa-dosa mereka diampuni dan diberikan rahmat oleh Allah Subhanahu wa Ta’ala.
Wallaahu a’lam bish shawab.

[Disalin dari kitab Ar-Rasaail Jilid-1, Penulis Yazid bin Abdul Qadir Jawas, Penerbit Pustaka Abdullah, Cetakan Pertama Ramadhan 1425H/Oktober 2004M]
_______
MARAJI’
[1]. Al-Qur’anul Karim, serta terjemahannya.
[2]. Tafsir Ibni Katsir, cet. Daarus Salam, th. 1413 H.
[3]. Shahih al-Bukhary.
[4]. Shahih Muslim.
[5]. Sunan Abi Dawud.
[6]. Sunan an-Nasaa-i.
[7]. Sunan Ibni Majah.
[8]. Musnad Imam Ahmad.
[9]. Sunanul Kubra’, oleh al-Baihaqy.
[10]. Al-Mustadrak, oleh Imam al-Hakim.
[11]. Syu’abul Iman, oleh Imam al-Baihaqy.
[12]. Dha’if Jami’ush Shaghir, oleh Imam Muhammad Nashiruddin al-Albany.
[13]. Misykatul Mashabih, oleh Imam Muhammad Nashiruddin al-Albany.
[14]. Al-Kamil fii Dhu’afaa-ir Rijal, oleh Imam Ibnu ‘Ady.
[15]. Mizaanul I’tidal, oleh Imam adz-Dzahaby, tahqiq: ‘Ali Muhammad al-Bajaawy, cet. Daarul Fikr.
[16]. Lisanul Mizan, oleh al-Hafizh Ibnu Hajar al-‘Asqalany.
[17]. Ahkamul Janaa-iz wa Bida’uha, oleh Imam Muhammad Nashiruddin al-Albany, cet. Maktabah al-Ma’arif.
[18]. Iqtidha’ Shirathal Mustaqim, oleh Syaikhul Islam Ibnu Taimiyyah.
[19]. Fat-hul Majiid Syarh Kitaabit Tauhiid, oleh Syaikh Abdurrahman bin Hasan Alu Syaikh.

About these ads
 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada Mei 15, 2008 in ZZ..BARU DALAM ISLAM..ZZ

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 132 pengikut lainnya.

%d bloggers like this: