RSS

Arsip Bulanan: Februari 2009

Mayoritas Perkara Aqidah tetap dengan Kabar Ahad

Di antara masalah aqidah yang tetap berdasarkan hadits ahad sangat banyak sekali dan siapa yang mengingkarinya maka ia telah membuat kesesatan dalam agama.

Dan pendapat yang mengatakan bahwa hadits ahad itu tidak bisa dijadikan dasar dalam hal aqidah, itu merupakan pendapat bid’ah dan mengada-ngada yang tidak ada dasarnya dalam agama. Dan ulama Salafus Shalih tidak pernah ada yang mengatakan demikian, bahkan hal itu tidak pernah terlintas pada mereka. Andaikata kata dalil Qoth’iy yang menunjukan bahwa hadits ahad itu tidak layak untuk masalah aqidah, niscaya sudah dimengerti dan sudah dijelaskan shahabat dan ulama salaf. Kemudian pendapat bid’ah tersebut berarti menolak beratus-ratus hadits shahih dari Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam

Maka orang yang tidak mengambil hadits ahad dalam masalah aqidah, niscaya mereka menolak beberapa hadits ahad tentang aqidah lainnya, seperti tentang :

1. Kenabian Nabi Adam
2. Sepuluh orang sahabat yang dijamin masuk surga
3. Keutamaan kenabian Nabi Muhammad Shallallahu ‘alaihi wa sallam atas seluruh Nabi dan Rasul, itu ditetapkan melalui hadits ahad.
4. Kekhususan Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam seperti masuk Surga, melihat penghuninya dan apa yang disediakan untuk orang-orang yang bertakwa di dalamnya, dan masukannya qarinnya dari dari bangsa jin ke agama islam
5. Beriman bahwa Allah mengharamkan atas bumi untuk memakan jasad para Nabi.
6. Beriman kepada pertanyaan Malaikat Munkar dan Nakir dalam kubur
7. Syafa’at Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam yang terbesar di padang Makhsyar.
8. Syafa’at Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam untuk pelaku-pelaku dosa besar dari umatnya.
9. Beriman bahwa pelaku-pelaku dosa besar tidak kekal di dalam Neraka.
10. Beriman bahwa ruh orang-orang yang mati syahid berada di dalam bulu burung hijau yang beristirahat di Surga.
11. Banyaknya mu’jizat Nabi selain mu’jizat al-Qur’an
12. Turunnya Isa dan keluarnya Dajjal
13. Banyak tentang kriteria Surga dan Neraka dan rincian berita hari Kiamat.
14. Hadits yang mengatakan bahwa Hajar Aswad adalah dari Surga, ditetapkan melalui riwayat ahad.
15. Beriman kepada siksa kubur, penyempitan liangnya, timbangan yang memiliki dua telapak dan dua lisan, Makhsyar dan kebangkitan pada hari Kiamat yang tidak disebutkan dalam al-Quran.
16 Beriman kepada ash-shirath, haudh Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam , dan bahwa orang yang meminumnya sekali teguk, dia tidak akan haus setelahnya.
17. Masuknya tujuh puluh ribu dari umatnya ke Surga tanpa hisab.
18. Beriman kepada Qadha dan Qadar, baik buruknya, dan bahwa Allah menulis atas setiap manusia kebahagiannya dan kesengsaraannya, rikinya dan ajalnya.
19. Beriman kepada Qalam, Lauh dan bahwa Allah menulis segala sesuatu di dalamnya.
20. Beriman bahwa Allah mempunyai Malaikat yang berkeliling di bumi, mereka menyampaikan salam umat ini kepada Nabi mereka.
21. Hadits Nabi Musa yang mencilok mata Malaikat Maut ketika hendak mencabut nyawanya.
22. Hadits qarin (ini pendamping Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam ) yang masuk Islam, serta hadits syaitan tidak bisa menyentuh Isa bin Maryam dan Ibunya.
23. Hadits Nabi Ibrahim tidak berdusta kecuali hanya tiga kali.
24. Hadits disihirnya Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam dan hadits tentang Marajnya beliau.
25. Hadits tentang terjatuhnya lalat ke dalam gelas minuman.
26. Hadits bahwa ada orang yang mengamalkan amalan Ahli Surga (namun masuk Neraka).
27. Hadits tentang pembelaan dada Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam
28. Hadits tentang Neraka dan Surga Saling beradu argumen.

dan masih banyak lagi masalah aqdah melaui kabar hadits ahad. Semoga bermanfaat.

 
Leave a comment

Posted by pada Februari 27, 2009 in HIZBU TAHRIR (HT)

 

Dialog dengan Hizbut Tahrir

Shaikh Abdul Malik (Madarikun Nadiar fis Siyasah) membawakan cerita tentang dialog antara Hizbut Tahrir dengan Syaikh Al Albani.

 

Suatu saat salah seorang anggota Hizbut Tahrir saya beri nasehat: “Wahai jamaah, kalian ingin mendirikan Negara Islam, tetapi kalian tidak mempelajari seluk beluk dan pokok-pokok syriat Islam. Kalian menulis buku-buku dengan menggunakan dalil-dalil yang sebagiannya ternyata merupakan hadits-hadits tidak shahih”.

 

Hizbut Tahrir menjawab: “Wahai saudaraku, kami justru minta tolong kepada orang-orang semacam anda”.

 

Syaikh Al Albani berkata: Jawaban semacam ini merupakan kekalahan pertama, karena ketika sebuah partai mengandalkan diri kepada pihak lain, maka hal itu berarti kekuatannya tidak sempurna”.

 

Orang Hizbut Tahrir itu menjawab: “Kalian ternyata menghabiskan waktu hanya untuk membolak-balik kitab saja”.

 

Syakh Al Albani berkata: “ Bukankah jutaan anggota partai itu memerlukan dokter-dokter medis..? Sudah tentu anda mempunyai ratusan dokter medis bahkan ribuan. Bukankah mereka ini juga memerlukan dokter rohani menurut istilah orang sekarang..? Justru dokter-dokter rohani inilah yang lebih penting dan lebih dibutuhkan. Apakah ada pada mereka dokter-dokter rohani yang jumlahnya cukup untuk sejumlah besar anggota partai ini..?”

 

Jawan pemuda: ”Tidak”.

 

Syaikh Al Albani kemudian menceritakan kembali pembicaraan dengan Hizbut Tahrir: ” Seandainya kalian ini dalam suatu hari dapat mengibarkan bendera negara Islam dengan cara-cara revolusi, sedangkan rakyat ternyata tidak siap untuk menerima berlakunya hukum-hukum Islam, mungkin kalian akan menjawab: ”Kita buat satu atau dua peraturan pemerintah misalnya, melarang adanya bioskop, melarang wanita keluar tanpa berjilbab, dan sebagainya”. Mungkin sekali sebagian dari wanita yang menolak dari ketetapan tersebut adalah istri-istri kalian sendiri. Mengapa begitu? Karena rakyat sebelumnya tidak terdidik dengan syarat Islam. Lalu siapakah yang harus mendidik rakyat ini..? Tentulah para ulamanya. Apakah sembarang ulama bisa melakukannya..? Kemudian beliau membicarakan sifat ulama ahlul Qur’an dan Hadits yang mumpuni, berwawasan luas, serta teguh dalam mengamalkannya”.

 

Selanjutnya berkata Syaikh Al Albani: ”Oleh karena itu, saya berkeyakinan bahwa jihad akbar dewasa ini adalah kewajiban jutaan anggota partai untuk sekedar melahirkan puluhan ulama Islam ditengah mereka, sehingga orang yang jutaan ini kelak mendapatkan bimbingan untuk mengenal agama mereka dan mendidik mereka dengan ajaran Islam. Adapun pengertian jihad yang dikembangkan berbagai kelompok sekarang ini tujuannya untuk merebut kekuasaan. Oleh karena itu setiap kelompok akan berusaha untuk meraihnya dan setelah diperoleh maka mereka menggunakan kekuasaannya untuk melaksanakan semua undang-undang dan ketetapan pemerintahnya baik haq maupun batil, padahal Islam tidaklah seperti itu.

 

Seandainya saudara-saudara kita ini mau memperhatikan nasehat yang berharga tersebut, niscaya Islam dan umat Islam dapat terhindar dari fitnah besar. Setiap kali dakwah Islam dikesampingkan, para pemuda Islam dengan cepat terjerumus dalam bimbingan dan pengajaran yang sesat, dan orang yang tergesa-gesa melakukan sesuatu biasanya akan memetik kegagalan”.

 

 Dipublikasikan oleh : ibnuramadan.wordpress.com

(Madarikun Nadiar fis Siyasah, Shaikh Abdul Malik)

 
Leave a comment

Posted by pada Februari 23, 2009 in HIZBU TAHRIR (HT)

 

Kesesatan Aqidah Hizbut Tahrir

Membahas Hizbut Tahrir haruslah mengetahui tentang Mu’tazilah. Hal ini penting karena firqoh ini tidak segan-segan untuk berdusta dan berlaku keji dengan menisbatkan diri bahwa manhaj yang mereka tempuh adalah manhaj jumhur ahlul ilmi sebagaimana perkataannya: “Jumhur kaum muslimin baik dari kalangan sahabat, tabi’in, tabi’ut tabi’in, serta ulama-ulama setelah mereka baik dari kalangan muhadditsin, fuqaha serta ulama ushul sepakat bahwa hadits ahad hanya menghasilkan dzan (dugaan) saja, tidak menghasilkan keyakinan”. (Syamsudin Ramadhan, Absahkah? Berdalil dengan Hadits Ahad dalam Masalah Aqidah dan Siksa Kubur, hal …., 2001).

 

Padahal kenyataannya, pernyataan para Imam justru sebaliknya. Azas yang paling menonjol dari Mu’tazilah yaitu dalam memahami dan melaksanakan Islam mereka menjadikan akal sebagai hakim/tolak ukur kebenaran. Kedua (akibat dari prinsip pertama tersebut) adalah menolak hadits ahad (menurut akal filsafat Mu’tazilah) tidak bisa memberikan faedah apa-apa kecuali dzan (dugaan) belaka. Sementara Hizbut Tahrir menyatakan bahwa: “Hadits ahad tidak bisa memberikan faedah ilmu dan yakin, hal ini telah disepakati oleh orang-orang yang berakal” (Syamsudin dalam Masalah Aqidah dan Sikqsa Kubur, hal , 2001).

Read the rest of this entry »

 
Leave a comment

Posted by pada Februari 21, 2009 in HIZBU TAHRIR (HT)

 

GERAKAN JARI TELUNJUK SAAT TASYAHHUD

Pertanyaan: ”…..menggerakkan jarinya, ada yg bengkok, ada yg tegak dan ada juga yg tidak digerakkan, mana yg mendekati kebenaran ?. ana lihat ikhwan banyak yang berbeda tentang ini, sukron.”

http://groups.yahoo.com/group/pendengar-rodja/message/25

Jawaban: Masalah ini adalah masalah ikhtilaf (perbedaan pendapat) yang mu’tabar di kalangan ulama Islam, bahkan di kalangan ulama ahlus sunnah sendiri. Sebagian Hanafiyah berpendapat memberikan isyarat telunjuk ketika tasyahhud dengan mengacungkan jari telunjuk ketika mengucapkan Lâ Ilâha, lalu menurunkannya ketika mengucapkan illallah. (Badâ`i ash-Shanâ`i I/214). Sebagian Malikiyah berpendapat untuk senantiasa menggerak-gerakkan telunjuk ke kiri dan kanan dari awal hingga selesai (Bulghatus Sâlik I/120). Sebagian Syafi’iyah memakruhkannya dan sebagian lagi menyunnahkan mengangkat telunjuk ketika mengucapkan syahadat (al-Majmû’ III/454). Sedangkan Hanbali berpendapat untuk menyimpulkan jari tengah dengan ibu jari membentuk simbol 53 dan mengacungkan telunjuk ketika dzikir namun tidak digerak-gerakkan terus menerus. (al-Kâfi I/140).

Read the rest of this entry »

 
Leave a comment

Posted by pada Februari 21, 2009 in LAINNYA, ZZ..SUNNAH..ZZ

 

DA’I HIZBUT TAHRIR DIPERMALUKAN MUSLIMIN JEPANG

DA’I HIZBUT TAHRIR DIPERMALUKAN MUSLIMIN JEPANG

Oleh Syaikh Muhammad Nashiruddin Al-Albani

Disebutkan bahwasanya salah satu da’I mereka (Hizbut Tahrir) pergi ke Jepang, kemudian memberikan kajian/ceramah pada mereka (penduduk Jepang) yang salah satu materinya adalah tentang jalan atau cara untuk beriman. Didalamnya (ia mengatakan) bahwasanya hadits ahad tidak bisa dipakai dalam masalah aqidah. Ketika itu hadir seorang pemuda yang berakal cerdik pandai berkata kepada di penceramah tadi: “Wahai Ustadz! Engkau datang ke negeri Jepang sebagai seorang da’I di negeri syirik, kufur seperti yang engkau katakan. Engkau datang menyeru mereka kepada agama Islam dan engkau mengatakan kepada mereka bahwa Islam mengatakan: “Sesungguhnya hadits ahad tidak bisa dipakai dalam masalah aqidah”! padahal yang engkau terangkan kepada kita sesungguhnya adalah termasuk dari perkara aqidah, (sementara engkau juga mengatakan) dalam masalah aqidah jangan memakai (khabar) dari satu orang. Sedang engkau sekarang mendakwahi kami kepada Islam dan engkau seorang diri, maka pantaskah bagimu menurut filsafatmu ini? Hendaklah engkau kembali ke negerimu kemudian engkau datangkan orang-orang muslim yang sepertimu, yang mereka berpendapat seperti pendapatmu sehingga kabarmu menjadi mutawatir”. Maka tercenganglah si penceramah tadi.

Read the rest of this entry »

 
Leave a comment

Posted by pada Februari 19, 2009 in HIZBU TAHRIR (HT)

 

Kisah Kelompok khawarij

Syaikh al-Albani berkata: Saya pernah bertemu mereka serta berdialog hingga tiga kali.

Pertemuan pertama : Berlangsung dari Ashar hingga Magrib, dan ketika tiba waktu shalat magrib mereka menyingkir tidak mau shalat bersama kami karena mereka menganggap kita kafir.

Pertemuan kedua : Berlangsung dari Magrib hingga jam 11 malam, akan tetapi nampak mulai terdapat tanda-tanda kebaikan pada mereka, ketika mereka memajukan saya menjadi Imam dan mereka shalat di belakang saya.

Pertemuan ketiga dan ini yang terakhir : Berlangsung dari Magrib hingga Subuh, hanya saja akhir pertemuan ini ditutup dengan kebaikan, dimana mereka bertaubat kembali kepada Allah.

Dan saya telah mengetahui perilaku mereka yang sangat menakjubkan sekali yang bertentangan yaitu : mereka baik, semangat untuk taat dan ibadah, melaksanakan shalat malam …dst.

Akan tetapi akidah mereka rusak dan tidak memberi faedah, dan merekapun tahu saat itu bagaimana penyimpangan mereka dan mereka mengetahui hidayah kepada akidah yang benar lantaran MANHAJ SALAF yang shahih.

Dari kitab al-As-ilah asy-Syaamiyah hal 108-109.

(Adz-Dzakhiirah Al-Islamiyyah Edisi 44 hal. 18)

 

 
Leave a comment

Posted by pada Februari 18, 2009 in LAINNYA

 

Ciri khas pengikut harakah

Oleh: syekh Abdul Malik bin Ahmad bin al-Mubaarok Romadhooniy al-Jazaairiy

Orang-orang harokah adalah suatu kaum yang (kelihatannya) berjuang untuk Islam. Mereka berpendapat bahwa memahami agama ini tidaklah cukup untuk memperjuangkan Islam, sampai setiap individu bergabung di dalam suatu gerakan dakwah, yang didalamnya mereka diperintah dan dilarang, (mereka harus) mendengar dan taat. Kegiatan ini kebanyakannya disertai dengan bai’at dan sumpah setia, meskipun mereka berada di dalam suatu negara yang dipimpin oleh penguasa muslim.

Oleh karena itu, kita bisa memahami sebab penamaan diri mereka dengan sebutan “para pengikut harokah”, yaitu karena persangkaan buruk mereka bahwa fikih agama ini tidak bisa menggerakkan[1a], maksudnya tidak bisa menggerakkan (manusia) untuk memberontak singgasana para penguasa. Mereka menganggap para ulama tak ubahnya seperti gelandangan yang tidak diatur oleh suatu gerakan. Hal itu dikarenakan para ulama tersebut telah menjadi kaki tangan para penguasa, sedangkan mereka tidak sadar.

Adapun harokah, bagi para pengikutnya merupakan suatu hal yang bisa menjadikan para ulama tersebut mengetahui rencana-rencana pemerintah, serta berbagai kelemahan peraturan-peraturannya. Harokah juga membuka mata para ulama tersebut dari suatu fikih yang mereka masih buta terhadapnya, yang dinamakan “fiqhul waqi’ ” (fikih kenyataan). Mereka itulah orang-orang harokah yang sebenarnya, dimanapun mereka berada.

Read the rest of this entry »

 
Leave a comment

Posted by pada Februari 18, 2009 in LAINNYA

 

Mengenaskan, Kematian Nuruddin, Khalifah Pertama Ajaran Ahmadiyah

Oleh Ustadz Abu Minhal

Pendahuluan

Mirzan Ghulam Ahmad al-Qadiyani telah membuka pintu fitnah besar, yaitu pengakuan diri sebagai nabi yang melanjutkan dakwah Rasulullah Mauhammad Shallallahu ‘alaihi wa sallam. Dukungan kuat dari kolonialisme dalam bentuk material dan immaterial membuat banyak orang ingin mendekati Si Nabi Palsu ini. Demi mendapatkan limpahan kekayaan duniawi yang telah dinikmati oleh Mirza Ghulam Ahmad dari penjajah Inggris.

 

Orang-orang dekat si Nabi Palsu

Sebenarnya ajaran-ajaran Ahmadiyah merupakan gagasan pemikiran yang digulirkan oleh beberapa individu yang menjadi tangan kanannya. Mereka rela menjual aqidah dan hati nurani mereka dengan kekayaan duniawi dari kolonialisme dengan mendukung gerakan Ahmadiyah Mirzan Ghulam Ahmad sangat membutuhkan keberadaan dan kontribusi mereka, karena ia bukanlah orang yang cerdas. Ia tidak pernah mempelajari agama islam dengan baik, terutama bahasa arab. Syaikh Ihsan Ilahi Zhahir rohimallah menyimpulkan, ”Bila kita kaakan bahwa melalui tangan merekalah Ahmadiyah terbentuk, maka itu lebih benar dan relevan. Sebab mereka itulah yang mendukung kenabian Ghulam Ahmad hanyalah selaku corong bagi apa yang mereka sampaikan” 2. Orang-orang yang dimaksud adalah Nuruddin, Muhammad Ali, Mahmud Ahmad, putra si Nabi Palsu, Khaujah Kamaluddin, Muhammad Ihsan, Mruhi, Yar Muhammad dan Abdullah Timuburi serta Muhammad Shadiq. Dari deretan delapan nama ini, orang pertama, Nuruddin adalah tokoh yang paling penting dan berjasa besar bagi ajaran Ahmadiyah. Orang inilah yang sedang kita bicarakan.

 

Read the rest of this entry »

 
Leave a comment

Posted by pada Februari 18, 2009 in AHMADIYAH

 

SEPUTAR NAMA HABIL DAN QABIL

Aku berlindung kepada Allah dari godaan syaitan yang terkutuk.

Ceritakanlah kepada mereka kisah kedua putera Adam (Habil dan Qabil) menurut yang sebenarnya, ketika keduanya mempersembahkan korban, Maka diterima dari salah seorang dari mereka berdua (Habil) dan tidak diterima dari yang lain (Qabil). ia berkata (Qabil): “Aku pasti membunuhmu!”. berkata Habil: “Sesungguhnya Allah hanya menerima (korban) dari orang-orang yang bertakwa”. QS. Al-Ma’idah: 27.

(Untuk mengetahui kisahnya ini dengan lengkap, silahkan baca surat al-Ma’idah ayat 27 sampai 31)

Banyak al-Qur’an terjemah yang menyebutkan bahwa kedua anak Adam ’alaiyssalam yang Allah firmankan pada ayat di atas bernama Habil dan Qabil, sebagaimana terjemahan di atas.

FAEDAH

Berkenan dengan penamaan tersebut Syaikh Salim bin Ied al-Hilali hafizhahullah berkomentar: ”Nama-nama anak Nabi Adam ’alaiyssalam tersebut diambil dari ahlul kitab, tidak ada satu (riwayat) pun tentang hal ini yang sah”. (Lihat catatan kaki kitab Shahih Qashash al-Anbiya, hal. 38).

Pada kesempatan lain beliau berkata (Bahjah an-Nazhirin, jilid 1, hal.260) : ”Keterangan tentang penamaan keduanya dengan Habil dan Qabil tidak ada asal usulnya dalam Syariat ini, penamaan tersebut berasal dari riwayat Israiliyat”.

KESIMPULAN

Dari keterangan Syaikh Salim di atas dapat kita simpulkan, bahwa penamaan kedua anak Adam dengan Habil dan Qabil tidak ada asal usulnya dalam agama Islam. Meskipun banyak kitab tafsir yang menyebutkan, namun yang benar bahwa itu semua berasal dari riwayat Israiliyat. Wallahu a’lam.

Semoga bermanfaat,

Wassalamu’alaikum,

Ibnu ramadhan

*Di kutip dari majalah Adz-Dzakhiirah Vo.8 No.5 Edisi 47 – 1430H

 
Leave a comment

Posted by pada Februari 17, 2009 in ZZ..BARU DALAM ISLAM..ZZ

 

Tabligh Akbar Ustadz Yazid di JIC (1 Maret 2009)

bedah-buku-kedudukan-as-sunnah_jic1

 
Leave a comment

Posted by pada Februari 9, 2009 in ZZ..INFO KAJIAN..ZZ

 

DAUROH MUSLIMAH KE-11

3257599753_ffa4b98a76_b

 
Leave a comment

Posted by pada Februari 6, 2009 in ZZ..INFO KAJIAN..ZZ

 
 
Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 90 pengikut lainnya.