RSS

MEMAKAI CELANA PANTALON MASIH DIRAGUKAN KESALAFIANNYA ?

Oleh Ustadz Aris Munandar

Berikut ini adalah kutipan dari perkataan Ibnu Utsaimin tentang hukum memakai celana pantalon yang jika dipakai menurut sebagian kalangan bisa menyebabkan seorang ustadz salafi diragukan kesalafiannya.

Syaikh Muhammad bin Sholih Al Utsaimin -rahimahullah- berkata,

هل مثلا إذا شاع هذا اللباس الذي للأعاجم و الكفار بين الأعاجم و شاع بين المسلمين, هل نقول: إن الكراهة تبقي أو نقول انقلب الزي الآن إلي زي مشترك؟ الثاني لأن هذا الذي نص عليه الإمام مالك و غيره.

“Misalnya suatu model pakaian yang semula tersebar luas dikalangan orang-orang lantas tersebar luas di tengah-tengah kaum muslimin apakah kita katakan bahwa hukum memakai model pakaian tersebut tetap terlarang ataukah diperbolehkan karena model pakaian tersebut telah menjadi milik bersama baik muslim ataupun orang kafir?

Jawaban yang tepat adalah pilihan yang kedua. Inilah kaedah dalam tasyabbuh orang kafir yang ditegaskan oleh Imam Malik dan yang lainnya.

و من ذلك البنطلون. البنطلون في كثير من البلاد الإسلامية لا يستعمل إلا هذا. فلا نقول إنه من زي المجوس أو المشركين إو العجم الآن لأنه أصبح مشتركا. لكن لو أن الإنسان لبسه في بلاد لم يعتادوه دخل في نوع آخر من مكروهات اللباس و هو الشهرة فينهي عنه لذلك.

Termasuk dalam kaedah di atas adalah celana pantalon. Di berbagai negeri Islam penduduknya hanya memakai celana pantalon. Oleh karena, kita tidak berani mengatakan bahwa celana pantalon itu celana Majusi atau celana orang-orang musyrik karena celana pantalon sekarang telah berubah menjadi model pakaian milik semua umat manusia.

Akan tetapi jika ada orang yang memakai celana pantalon di sebuah negara yang penduduknya tidak lazim memakai celana pantalon maka orang tersebut telah melakukan hal yang makruh dalam berpakaian yaitu model pakaian yang menyebabkan popularitas. Oleh karena orang tersebut dilarang untuk memakai celana pantalon karena alasan tersebut”.

Perkataan Ibnu Utsaimin di atas saya jumpai di Iqtidha’ as Shirat al Mustaqim terbitan Dar al Aqidah Iskandariah tahun 2006 hal 177 yang memuat catatan-catatan yang disampaikan oleh Ibnu Utsaimin ketika mengajarkan buku tersebut.

 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada Mei 9, 2017 in ZZ..INFO LAIN ..ZZ

 
Gambar

TABLIG AKBAR (10 Jumadil Ula 1436H / 1 Maret 2015)

Kajian Ust Hakim

 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada Februari 27, 2015 in ZZ..INFO KAJIAN..ZZ

 

TABLIGH AKBAR : “JUHUD” (3 Rabiul Awal 1436)

zuhud

HADIRILAH..!
TABLIGH AKBAR

BERSAMA : USTADZ ABDUL HAKIM BIN AMIR ABDAT
TEMA : ZUHUD
PADA HARI KAMIS, 3 RABIUL AWAL 1436 H / 25 DES 2014 M
TEMPAT : MASJID JAKARTA ISLAMIC CENTER (JIC)
JL. RAYA KERAMAT KOJA, TANJUNG PRIUK JAKARTA UTARA
WAKTU : 09.00 S.D DZUHUR

CP: 08159042654, 081282335270

 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada Desember 24, 2014 in ZZ..INFO KAJIAN..ZZ

 

Tentang situs.assunnah.web.id

situs sunnah
Tentang Kami

Kumpulan Situs Sunnah adalah agregator dari situs-situs Islam yang berkomitmen untuk menempuh metode salafus shalih dalam memahami, mengamalkan dan mendakwahkan Islam.

Langganan
Kumpulan Situs Sunnah
Setiap kali situs Sunnah diupdate, kami akan email anda.

Milis Assunnah
Tempat diskusi & tanya jawab Islam yang ilmiah, insya Allah.

Situs Sunnah
Pustaka Aisyah
Jilbab Online
Mulia dengan Manhaj Salaf
media-ilmu.com
Vbaitullah.or.id
Majalah Nikah
TELAGA HATI Online
Islam Download
Lautan Ilmu
Radio Rodja 756 AM
Pustaka Albayaty
Almanhaj.or.id
Jilbab.or.id
Hakekat Syi’ah
Muslim.or.id
Andy Abu Thalib al Atsary
Abuubaidah
FKIM Unand
UstadzKholid.com
Read the rest of this entry »

 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada Desember 11, 2014 in ZZ..INFO LAIN ..ZZ

 

KISAH NYATA: TAUBATNYA SEORANG TUKANG TAHDZIR

tobat
http://abusalma.net

الحمد لله رب العالمين والصلاة والسلام على نبينا محمد وعلى آله وصحبه أجمعين أما بعد:

Dahulu saya tenggelam di dalam lumpur ghuluw (keekstreman) dan ketergesa-gesaan. Saya menyangka bahwa tahdzir terhadap ulama ahlis sunnah -yang dulunya saya menyangka mereka adalah sejelek-jelek ahli bid’ah- adalah lebih baik dari pada berjihad terhadap orang-orang kafir –sebagai bentuk analogi terhadap jihad terhadap ahli bid’ah-.

Saya dan kroni-kroni saya memenuhi majlis-majlis kami dengan menyebut semisal Syaikh Al Halaby, Syaikh Al Maghrowy, Syaikh Abul Hasan Al Ma’riby dll dengan celaan dan makian. Dan kami mengharap pahala di sisi Allah dengan itu semua. Kami menganggapnya sebagai ghibah di jalan Allah dan sebagai realisasi terhadap nasehat Imam Ibnu Ma’in, “Mari sejenak mencela di jalan Allah”…. wala haula wala quwwata illa billah.

Rabb-ku yang ada di langit yang tinggi mengetahui bahwa pemikiran ekstrem yang menyimpang ini ada di hati kami, baik berupa kebencian dan kedengkian terhadap para ulama tadi, melebihi derajat kebencian kami terhadap gembong ahli bid’ah di awal islam seperti Jahm bin Shafwan, Ja’ad bin Dirham, ataupun Bisyr Al Marrisy. Dan juga melebihi kebencian kami terhadap gembong ahli bid’ah kontemporer seperti Sayyid Quthb, Muhammad Al Ghazali, DR Abdurrahman Al Buthi, ataupun Hasaan As Saqqof (As Segaf) dll…

Bagaimana tidak, karena para ulama tadi menurut Syaikh Rabi’ adalah sejelek-jeleknya ahli bid’ah, sedusta-dustanya ahli bid’ah, seburuk-buruknya ahli bid’ah. Bahkan mereka lebih buruk dari Muhammad Abduh, rafidhah, bahkan yahudi dan nashara.

Saya terus memiliki anggapan seperti itu sampai akhirnya Allah memberikan anugerah kepada saya dengan mempertemukan saya dengan seorang sahabat lama saya yang saya ketahui memiliki keistiqomahan, akhlak, ilmu serta adab.

Dahulu sepuluh tahun yang lalu beliau menjadi sebab hidayah bagi saya untuk mengenal manhaj salafy. Sebagaimana pula beliau menjadi sebab hidayah bagi saya untuk bertaubat dan meninggalkan manhaj ahli ghuluw (metode orang-orang yang extrim melampaui batas), manhaj jarh wat tajrih (celaan & makian) wal isqoth wat tabdi’ (menjatuhkan nama baik dan membid’ahkan).
Read the rest of this entry »

 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada Desember 11, 2014 in ZZ..INFO LAIN ..ZZ

 

Bantahan untuk Luqman Ba’abduh dan Buku Mereka Adalah Teroris

mat
Oleh : Dr. Muhammad Arifin Badri

Assalamu’alaikum warahmatullah.

Banyak komentar yang menyatakan bahwa kawan-kawan yang pernah tergabung dalam FKAWJ & LJ sudah bertaubat termasuk saudara Luqman Ba’abduh dari berbagai kesalahan yang disebutkan, lantas mengapa kok masih juga diungkit-ungkit?

Jawaban: benar demikian yang saja dengar dan baca, dan ini bukanlah hal yang baru bagi saya, akan tetapi saya masih merasa sikap taubat tersebut masih tidak sempurna, dengan sebab beberapa hal berikut:

Betapa banyak dari saudara-saudara kita yang dimusuhi, diklaim sururi atau dinyatakan sebagai ahlul bid’ah hanya karena menyelisihi dan tidak sudi untuk andil dalam apa yang mereka sebut-sebut sebagai jihad, akan tetapi hingga kini tidak ada perubahan sikap dari saudara-saudara kita mantan FKAWJ & LJ.
Dahulu dan hingga saat ini saudara-saudara kita yang pernah tergabung di FKAWJ& LJ senantiasa mengatakan bahwa jihad mereka berdasarkan fatwa ulama’, sampai-sampai terkesan itu adalah sikap seluruh ulama’ sehingga mereka menganggap orang yang tidak sepaham dengan jihad mereka dianggap telah menggembosi jihad yang syar’i. Padahal setiap orang tahu bahwa ulama’ tidak semuanya sepakat dengan pendapat tersebut, bahkan kebanyakan ulama’ tidak menyetujui jihad Ambon tersebut, termasuk Syeikh Muhammad bin Sholeh Al Utsaimin, Abdul Muhsin Al Abbad, Sholeh As Suhaimy, dan ulama’-ulama’ lainnya. Sehingga semestinya ada upaya untuk meluruskan fakta ini dan upaya pembersihan nama saudara-saudara mereka yang telah mereka tuding secara sepihak tanpa alasan yang dibenarkan telah menggembosi jihad syar’i. Nyatanya hingga saat ini hal tersebut tidak terjadi.
Lebel “Ihyaut Turats”. Setiap atau kebanyakan orang yang dimusuhi oleh saudara-saudara kita yang pernah tergabung dengan FKAWJ & LJ senantiasa dituding-tuding berlimang-limang atau berenang di riak-riak dinar “Ihyaut Turats” atau menjadi dai “Ihyaut Turats”, sampai-sampai hal ini seakan-akan menjadi suatu prinsip dalam aqidah saudara-saudara kita yang pernah tergabung dalam FKAWJ & LJ. Padahal setiap dari kita sudah tahu bahwa para ulama’ berselisih pendapat dalam hal ini, dan tidak setiap orang menerima dana dari mereka apalagi menjadi da’inya. Secara pribadi saya setuju untuk tidak menerima dana dari mereka, demi menjaga persatuan dan kesatuan salafiyyin di Indonesia, walau demikian, tidak berarti saya harus memusuhi setiap orang yang menerima dari mereka, sebagaimana yang pernah dijelaskan oleh Syeikh Ibrahim bin ‘Amir Ar Ruhaily.

Karena beberapa hal di atas dan juga yang lainnya, maka kami masih merasa perlu untuk mengingatkan saudara-saudara kita akan pentingnya introspeksi
Read the rest of this entry »

 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada Desember 11, 2014 in ZZ..MEREKA DALAM TIMBANGAN..ZZ

 

Tabligh Akbar Bersama Ustadz Abdul Hakim bin Amir Abdat -hafidzahullah- (30 November 2014)

Rahmatan Lil Alamin
.: Hadirilah Tabligh Akbar :.

Insya Allah,
Bersama Ustadz Abdul Hakim bin Amir Abdat -hafidzahullah-

Merujuk buku “Ramhatan Lil Alamin”

Waktu: 30 November 2014, pukul 09.00 s.d. Selesai

Tempat: Masjid Nurul Iman, Kementrian Pertanian, Jalan Harsono, Ragunan – Jakarta Selatan.

 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada November 12, 2014 in LAINNYA

 

TABLIGH AKBAR BERSAMA USTADZ ABDUL HAKIM BIN AMIR ABDAT (21 SEP 2014)

Aqidah Salaf

HADIRILAH..!
TABLIGH AKBAR

Dengan pemateri : USTADZ ABDUL HAKIM BIN AMIR ABDAT
Materi bedah buku : AQIDAH SALAF AHLU SUNNAH WAL JAMA’AH

Ahad, 21 September 2014
Masjid Riyadhus Shalihin
Perumahan Mutiara Insani RT.006 RW.008
Jl.Kelapa Dua Kel.Pedurenan Kec.Mustika Jaya, Bekasi
Pukul: 09.00 s.d selesai
CP.Ikhwan : 087888317513 / 089619458655
Cp. Akhwat : 081283991364 / 087888317520

 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada September 8, 2014 in ZZ..INFO KAJIAN..ZZ

 

FATWA YANG BESEBERANGAN TENTANG SALAFY

Beseberangan

FATWA MUI JAKARTA UTARA : klik disini fatwa-mui Jkt Ut

FATWA MPU ACEH : klik disini Fatwa MPU Aceh Nomor 9 Tahun 2014

 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada Agustus 20, 2014 in LAINNYA

 

DAUROH MANHAJ & AQIDAH BERSAMA USTADZ ABDUL HAKIM BIN AMIR ABDAT (6-7 SEP 2014)

bandung

DAUROH MANHAJ & AQIDAH\

Bersama : USTADZ ABDUL HAKIM BIN AMIR ABDAT
Sabtu-Ahad, 6-7 September 2014
Tempat : HOTEL DELA OMA Lembang

Informasi & Pendaftaran : 08159420481

 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada Agustus 20, 2014 in ZZ..INFO KAJIAN..ZZ

 

DAUROH BERSAMA USTADZ YAZID BIN ABDUL QADIR JAWAS (3 – 6 DZULKAIDAH 1435 / 29 AGT – 1 SEP 2014)

daurahustyazid

Dauroh bersama Ustadz Yazid bin Abdul Qadir Jawas
3 s/d 6 Dzulkaidah 1435H (29 Agt s/d 1 Sept 2014M)

DAFTAR DISINI : http://ustazyazidkltour.eventbrite.com

CP:
Abu Asma’ – 017 369 3306
Abu Miqdad – 016 233 2477
Abu Irfan – 018 399 2971
Email: ustazyazidkltour@gmail.com

Tautan:
Waze: http://waze.to/hw2861m3su (Masjid Al Qurtubi, Taman Seri Segambut, Kuala Lumpur)
Pendaftaran: http://ustazyazidkltour.eventbrite.com
Facebook: https://www.facebook.com/events/810738878966345

 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada Agustus 15, 2014 in ZZ..INFO KAJIAN..ZZ

 

Wahai Salafi, Inginkah Engkau Masuk Kubangan Politik ???!!!

Oleh : Ustadz Abdurahman Thayyib Lc

Pada hari-hari seperti ini kita mendapati pembahasan seputar pemilu 2014 sebagai pembahasan terhangat diberbagai media massa dan media elektronik. Berbagai elemen masyarakat banyak disibukkan dengannya, mulai dari pakar politik hingga orang awam. Pembahasan tersebut seolah menjadi menu dan bahan obrolan yang sangat amat mengasyikkan hingga menyita banyak waktu, tenaga, pikiran bahkan harta mereka. Tapi ini tidak asing bagi mereka dan di dalam dunia mereka.

Namun yang sangat disayangkan, penyakit di atas menular pula ke dalam diri orang-orang yang mengatasnamakan dirinya sebagai pengikut Dakwah Salafiyah yang murni dari kotoran politik ini atau mungkin ada juga yang sebagai penyusup ke dalamnya tanpa disadari. Kita lihat sebagian mereka berdebat kusir tentangnya di majlis-majlis obrolan, FB,WA dan internet. Sebagian lagi bahkan melakukan apa yang diistilahkan dengan kampanye hitam untuk mendukung salah satu capres dan menjatuhkan yang lainnya[1]. Setiap hari menyeru umat untuk masuk kandang politik. Sebagian lagi bahkan menulis “Mungkinkah seorang salafi masuk dalam parlemen ? Jawabnya mungkin”. Bahkan dia juga mengatakan “Mungkinkah Salafiy membentuk partai?”Jawab saya : “Mungkin”. Na’udzu billahi min dzalik. Sebagian lagi meramal dengan ramalan yang batil yang muncul dari pemikiran yang kerdil dan picik “Jika….jadi presiden bisa jadi salafi akan dilarang sebagaimana Ikhwanul Muslimin[2] dilarang di Mesir”.

Apakah ini yang diinginkan oleh para ulama yang berpendapat bolehnya ikut pemilu karena untuk memilih yang lebih ringan madharatnya???!!! Apakah ini yang juga difatwakan dan dipratekkan oleh para ulama tersebut???!!! Ataukah ini telah keluar batas dari fatwa mereka ???!!! Ataukah mereka sudah menganggap diri sebagai ulama yang siap berijtihad setiap saat???!!![3] Apakah karena gelar atau popularitas yang tinggi hingga mereka lupa diri???!!! Laa haula wa laa quwwata illa billahi.

Inilah fenomena yang amat memprihatinkan sekarang ini dalam Dakwah Salafiyah di negeri ini. Hari-hari yang dulu sejuk dengan Al-Qur’an dan As-Sunnah serta atsar salafushshaleh berganti dengan isu-isu politik yang panas, kotor dan keji[4]. Pembahasan tauhid Asma’ Wa shifat terkalahkan dengan permainan nama-nama capres.
Read the rest of this entry »

 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada Juni 12, 2014 in DEMOKRASI

 

Nasehat Asatidz Lombok Terkait Situasi Politik dan Pilpres 2014 di Indonesia

Prolog

Perhelatan politik dan pilpres di Indonesia tercinta tahun ini, benar-benar telah menyita fokus dan perhatian kaum muslimin dari berbagai elemen dan lapisan masyarakat. Padahal yang demikian ini, tidak terjadi pada Pemilu-Pemilu sebelumnya.

Tidak bisa dipungkiri, bahwa dialog dan perdebatan dalam masalah Politik dan Pemilu ini, ditambah lagi dengan isu-isu dan berita-berita media yang sarat akan kepentingan kubu politik tertentu, menjadikan topik Pemilu sangat rentan menimbulkan pertikaian dan perpecahan di tubuh kaum muslimin Indonesia.

Sementara perpecahan—di satu sisi—, serta tercerai-berainya persatuan Islam dan kaum muslimin, tidak diragukan lagi merupakan musibah yang sangat besar. Lebih besar lagi, manakala perpecahan itu menimpa ahlussunnah. Dampaknya, dakwah akan melemah, jika tidak dikatakan mandeg. Akibatnya, pembenahan dan pembangunan ummat akan melambat, jika tidak dikatakan jalan ditempat, atau bahkan mundur sampai ke titik nadir.
Read the rest of this entry »

 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada Juni 12, 2014 in DEMOKRASI

 

Tidak Ada Paradigma Takfiri yang Melandasi Sikap Golput Sebagian Salafy

Oleh: al-Ustadz Fakhruddin Abdurrahman, Lc.

Tulisan ini kami toreh untuk meluruskan kesalahan pemahaman Ust Yusuf Baisa hafizhahullahu wa hadaanallaahu wa-iyyaah yang dimuat dalam gemaislam.com.

Kenapa sebagian Salafiyyin menolak untuk terlibat dalam pilpres?

Kira-kira inilah pertanyaan yang hendak dijawab dalam tulisan beliau yang tidak lebih dari sepuluh paragraf tersebut. Namun sangat disayangkan beliau membawakan alasan yang tidak pernah terlintas dalam benak salafiyyin.

Beliau menggambarkan seolah-olah para salafiyyin yang memilih golput adalah orang-rang yang termakan paradigma takfiri. Diantara paradigma yang beliau tulis: “setiap angota pemerintaha yang tidak menerapkan syari’at islam maka dia kafir”, “menolak produk politik apapun yang dilahairkan oleh pemerintah”

Kami sepakat paradigma seperti ini adalah adalah paradigma takfiri, bahkan inilah prinsip dasar yang ada dalam setiap hati takfiri di dunia. Oleh karena itu kami yakin tidak ada seorang salafiyyin pun yang punya paradigma seperti ini ! Kami ragu apakah beliau punya bukti bahwa sebagian salafiyyin yang golput punya paradigma seperti ini ? atau paradigma seperti ini adalah ungkapan pemahaman dan pemikiran beliau sendiri ?
Read the rest of this entry »

 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada Juni 12, 2014 in DEMOKRASI

 

EKONOMI ISLAM – BERSAMA AL-USTADZ ABDUL HAKIM BIN AMIR ABDAD

ekonomi islam

HADIRILAH … !
KAJIAN ISLAM & BEDAH BUKU

Tema : “KEISTIMEWAAN EKONOMI ISLAM”
Bersama : AL-USTADZ ABDUL HAKIM BIN AMIR ABDAD
Hari/Tgl. : AHAD, 8 Juni 2014
WAktu : 09.00 s/d Dzuhur
Tempat : Masjid Al-Muhajirin, PT Musashi Autopart
Kawasan Industri EJIP Lippo Cikarang
Penyelenggara : FORUM KAJIAN EJIP (085885360625, 081213341214)

 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada Juni 2, 2014 in ZZ..INFO KAJIAN..ZZ

 

TABLIGH AKBAR DI JIC (23 MARET 2014)

kiat mengatasi kemiskinan

HADIRILAH..
TABLIGH AKBAR & BEDAH BUKU

“KIAT-KIAT ISLAM MENGATASI KEMISKINAN”

Bersama Ustadz Yazid Bin Abdul Qadir Jawas Hafidzahullah
Ahad, 22 Jumadil Awwal 1435H / 23 Maret 2014M
Pukul 09.00 WIB s/d Dzuhur
Masjid Jakarta Islamic Center
Koja Jakarta Utara

Layanan informasi :
081282335270, 081386809936
081807086887, 0815716272187

 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada Maret 17, 2014 in ZZ..INFO KAJIAN..ZZ

 

BALI MENGAJI (Sabtu-Ahad, 1-2 FEB 2014)

Bali Mengaji

” BALI MENGAJI “
Sabtu-Ahad, 1-2 Februari 2014
Bersama al-Ustadz Yazid bin Abdul Qadir Jawwas
(Penulis Buku Bast Seller “Mulia Dengan Manhaj Salaf”)

 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada Januari 30, 2014 in ZZ..INFO KAJIAN..ZZ

 

TABLIGH AKBAR ” bersama Ustadz YAZID BIN ABDUL QADIR JAWAZ

bedah buku

Info Kajian Untuk para Tholabil Ilmu di Makkah al Mukarromah dan sekitarnya.

Datang dan Hadirilah ” TABLIGH AKBAR ” bersama Ustadz YAZID BIN ABDUL QADIR JAWAZ dari Indonesia.

Yang Insyaallah akan di selenggarakan pada :

Hari / Tanggal : Kamis, 01 Rabi’ul awal 1435 H

Tempat : Jaliat Tanaem Makkah Al Mukarromah

Waktu : Ba’da Maghrib s/d Selesai

Tema : ” Sebaik baik amalan adalah Shalat ”

Acara ini diselenggarakan oleh Persatuan Asatidz dan Forum Komunikasi Mahasiswa Makkah Al Mukarromah .

 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada Desember 17, 2013 in ZZ..INFO KAJIAN..ZZ

 

MENYELAMATKAN UMAT : BUKU FATWA MUI JATIM “KESESATAN AJARAN SYI’AH”

Sampul-Fatwa-MUI_S-1024x704
KEPUTUSAN FATWA
MAJELIS ULAMA INDONESIA
(MUI) PROP. JAWA TIMUR
No. Kep-01/SKF-MUI/JTM/I/2012
Tentang :
TENTANG KESESATAN AJARAN SYI’AH

Majelis Ulama Indonesia Propinsi Jawa Timur pada sidang hari Sabtu, Tanggal 21 Januari 2012
Membaca:
1. Surat Dewan Pimpinan MUI Kabupaten Bangkalan No. 26/26-XV/DPMUI/BKL/XII/2011 tertangal 17 Desember 2011 tentang Permohonan Ketetapan Aliran
Syi’ah
2. Surat Dewan Pimpinan MUI Kabupaten Sampang No.A-034/MUI/Spg/XII/2011
tertanggal 30 Desember 2011 tentang Laporan Peristiwa di Desa Karang Gayam
3. Surat Keputusan Rapat Koordinasi MUI Kabupaten/Kota Se Koordinatoriat Wilayah
(Korwil) Surabaya No. 01/Korwil/Sby/I/2012 tertanggal 12 Januari 2012 tentang Aliran
Syi’ah yang isinya meminta kepada MUI Provinsi Jawa Timur untuk melakukan kajian
dan penetapan fatwa Syi’ah.
4. Surat Keputusan Rapat Koordinasi MUI Kabupaten/Kota Se Koordinatoriat Wilayah
(Korwil) Besuki No. 01/MUI/Besuki/I/2012 tertanggal 13 Januari 2012 tentang Aliran
Syi’ah yang isinya meminta kepada MUI Provinsi Jawa Timur untuk melakukan kajian
dan penetapan fatwa Syi’ah.
5. Rekomendasi Hasil Musyawarah Badan Shilaturrahmi Ulama Pesantren Madura
(BASSRA) Selasa, 03 Januari 2012 yang salah satu isinya meminta agar MUI Provinsi
Jawa Timur mengeluarkan fatwa tentang ajaran Syi’ah.
6. Surat dari Jam’iyah Ahlussunnah wal Jama’ah Bangil Pasuruan No.
025/ASWAJA/I/2012 tertanggal 10 Januari 2012 tentang Permohonan Fatwa Sesat
Ajaran Syi’ah.
7. Surat Dewan Pimpinan MUI Kabupaten Gresik No. 003/MUI/KAB.G/I/2012 tertangal 19
Januari 2012 tentang Laporan Keberadaan Syi’ah di Gresik
8. Pernyataan Sikap Gerakan Umat Islam Bersatu (GUIB) Jatim tanggal 17 Januari 2012
menyikapi kasus Sampang dan ajaran Tajul Muluk.
9. Pernyataan Sikap 83 ulama Pondok Pesantren menyikapi aliran yang dibawa oleh saudara
Tajul Muluk tangal 10 Januari 2012.
10. Pernyataan Sikap PCNU Sampang No. 255/PC/A.2/L-36/I/2012 menyikapi ajaran yang
dibawa oleh saudara Ali Murtadlo/Tajul Muluk.
11. Laporan Hasil Investigasi Kasus Aliran Syi’ah di Kabupaten Sampang Propinsi Jawa
Timur tanggal 9 April 2011.
12. Buku-buku kajian tentang faham Syi’ah antara lain: 1. Al-Milal wa al-Nihal karya al-Syahratstani (hal. 198-203)
2. Al-Fishal fi al-Milal wa al-Ahwa wa al-Nihal karya Ibn Hazm
3. Export Revolusi Syi’ah ke Indonesia karya Achmad Zein Alkaf (al-Bayyinat)
4. Dialog Apa dan Siapa Syi’ah karya Achmad Zein Alkaf (al-Bayyinat)
5. Mengenal Syi’ah Karya Achmad Zein Alkaf (al-Bayyinat)
6. Syi’ah Bukan Islam? Karya Lajnah Ilmiyah HASMI
7. Tulisan Abdurrahman Aziz “Siapakah Pendiri Syi’ah”
Menimbang:
Read the rest of this entry »

 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada Mei 30, 2013 in SYI'AH

 

TABLIGH & BEDAH BUKU “MEMAHAMI KALIMAT SYAHADAT MENURUT ‘AQIDAH AHLUS SUNNAH WAL JAMA’AH”(19 MEI 2013)

bedah buku 19 mei 2013

HADIRILAH…
bersama keluarga & sanak kerabat anda..

TABLIGH AKBAR & BEDAH BUKU
“MEMAHAMI KALIMAT SYAHADAT MENURUT ‘AQIDAH AHLUS SUNNAH WAL JAMA’AH”

Pembicara : USTADZ YAZID BIN ABDUL QADIR JAWAS

Hari/Tgl : Ahad, 19 Mei 2013
Waktu : 09:00 s.d Zhuhur
Tempat : MASJID AL-ISTIQOMAH
KAWASAN INDUSTRI EJIP LIPPO CIKARANG
( posisi Masjid dekat PT.NGK/PT.Kiyokuni )

Penyelenggara : FORUM KAJIAN EJIP
CP. 081310618443, 081319782054, 085777198500

HARAP TIDAK MEMBAWA ANAK KECIL & TIDAK DISEDIAKAN TEMPAT UNTUK PEDAGANG

 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada Mei 13, 2013 in ZZ..INFO KAJIAN..ZZ

 

Jangan Lewatkan Tabligh Akbar Bersama Syaikh Prof. DR. Abdurrozzaq Abdul Muhsin Al Badr (Masjid Istiqlal, 21 April 2013)

21 april 2013
Tabligh Akbar
Bersama: FADHILATUS SYAIKH ABDUR ROZZAQ
BIN ABDUL MUHSIN AL ABBAD AL BADR hafidzohumallah

(Dosen Ilmu Aqidah Program Pasca Sarjana Universitas Islam Madinah dan pengajar tetap di masjid Nabawi Madinah An Nabawiyyah)

Dengan tema : MAHABBATU RASULILLAH SHALLALLAHU ‘ALAIHI WASALLAM

Insya Allah akan diselenggarakan pada,
Hari : Ahad, 10 Jumadil Akhir 1434 H / 21 April 2013
Jam : 09.00 Wib – Dzuhur
Tempat : Masjid ISTIQLAL Jakarta Pusat

Informasi : (021) 8233661 , 081823 6543 , SMS 081989 6543

Penyelenggara : Radio Rodja | Rodja TV
Bekerjasama dengan: Salam Dakwah | Nashirus Sunnah

 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada April 8, 2013 in ZZ..INFO KAJIAN..ZZ

 

Risalah Untuk Pecinta Ahlu Bait

Risalah kpd para pecinta Ahlu BaitDitulis oleh Tim Peniliti dan Kajian Dar Al Muntaqa

Segala puji bagi Allah Rabb semesta alam, shalawat dan salam semoga tetap tercurahkan kepada Nabi yang diutus oleh Allah kepada seluruh manusia, pemimpin dan suri taudan kita Muhammad Shallallahu Alaihi Wasallam, kepada keluarganya yang baik dan suci, para sahabatnya dan orang-orang yang senantiasa menempuh sunnahnya hingga hari kiamat.
Risalah untuk pecinta Ahlu Bait

Risalah ini kami haturkan kepada para pembaca yang berfikir cerdas dan positif yang selalu mengedepankan akal sehatnya di atas hawa nafsu, mementingkan kebenaran di atas sikap fanatic, memahami kebenaran karena muatan bukan karena orang, dan sadar bahwa kebenaran berhak untuk diikuti.

Kami menerbitkan risalah ini dengan judul “Risalah (Catatan Penting) untuk Para Pecinta Ahlu Bait)” di mana kami ambil isinya dari sumber-sumber Syiah terpercaya, karena pada dasarnya Syiah juga sama dengan manusia lain, ada yang berakal sehat dan berfikir positif, masih mencintai kebaikan dan senang dengannya, sehingga jika kebaikan itu ditawarkan kepadanya dengan ijin Allah dia akan bisa menerima. Meski tidak bisa menampik fakta bahwa mayoritasnya adalah para Fanatis dan pengikut ekstrim yang lebih mengedepankan hawa nafsu dari pada kebenaran, dia membekukan akal sehatnya demi perintah hawa nafsu untuk bertaklid buta kepada orang lain tanpa ada sedikit pun bashirah, ilmu dan dalil dari Allah Azza Wajalla.
Harapan kami pembaca dapat menerima risalah ini dengan lapang dada, akal terbuka, dan semata-mata mencari kebenaran. Karena kebenaran akan senantiasa mulia dan berharga di mana saja dan dari siapa saja.

Berikut ini kami sajikan kepada anda para pembaca catatan-catatan penting dan point-point inti risalah kami:

1. Syiah menganggap bahwa tidak ada hubungan yang terjalin antara keluarga Nabi Shallallahu Alaihi Wasallam dengan Para sahabat dan juga keluarga Quraisy lainnya selain dari pada hubungan permusuhan, kebencian dan konflik belaka. Pernyataan itu termuat dalam kitab-kitab mereka. Jika persepsi itu memang benar lalu apa inti di balik pemberian nama serta jalinan hubungan pernikahan antara keluarga Nabi dan sahabatnya dan orang-orang sesudah mereka.
Di antara contohnya adalah :
Read the rest of this entry »

 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada Januari 2, 2013 in SYI'AH

 

Semangat Puasa di Awal Dzuhujjah

Oleh : Muhammad Abduh Tuasikal

Di antara keutamaan yang Allah berikan pada kita adalah Allah menjadikan awal Dzulhijjah sebagai waktu utama untuk beramal sholih terutama melakukan amalan puasa. Lebih-lebih lagi puasa yang utama adalah puasa Arafah pada 9 Dzulhijjah.

Pada awal Dzulhijjah disunnahkan untuk berpuasa selain pada hari Nahr (Idul Adha). Karena hari tersebut adalah hari raya, maka kita diharamkan untuk berpuasa. Sedangkan tanggal 9 Dzulhijjah dan hari-hari sebelumnya (1-9 Dzulhijjah) disyari’atkan untuk berpuasa. Para salaf biasa melakukan puasa tersebut bahkan lebih semangat dari melakukan puasa enam hari di bulan Syawal. Tentang hal ini para ulama generasi awal tidaklah berselisih pendapat mengenai sunnahnya puasa 1-9 Dzulhijjah. Begitu pula yang nampak dari perkataan imam madzhab yang empat, mereka pun tidak berselisih akan sunnahnya puasa di sepuluh hari awal Dzulhijjah. Adapun puasa enam hari di bulan Syawal terdapat perselisihan di antara para ulama. Seperti kita ketahui bahwa Imam Malik tidak mensunnahkan puasa enam hari tersebut.

Begitu pula tidak didapati dari para sahabat ridhwanallahu ta’ala di mana mereka melaksanakan puasa enam hari di bulan Syawal. Sedangkan puasa di awal Dzulhijjah, maka ditemukan riwayat-riwayat yang menyebutkan bahwa mereka melakukannya. Seperti terbukti ‘Umar bin Al Khottob melakukannya, begitu pula ‘Abdullah bin Mawhab, banyak fuqoha juga melakukannya. Hal ini dikuatkan pula bahwa Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam menjadikan penekanan ibadah pada 10 hari awal Dzulhijjah tersebut daripada hari-hari lainnya. Hal ini sebagai dalil umum yang menunjukkan keutamaanya. Jika sepuluh hari pertama Dzulhijjah dikatakan hari yang utama, maka itu menunjukkan keutamaan beramal pada hari-hari tersebut. Sebagaimana Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

مَا مِنْ أَيَّامٍ الْعَمَلُ الصَّالِحُ فِيهَا أَحَبُّ إِلَى اللَّهِ مِنْ هَذِهِ الأَيَّامِ يَعْنِى أَيَّامَ الْعَشْرِ. قَالُوا يَا رَسُولَ اللَّهِ وَلاَ الْجِهَادُ فِى سَبِيلِ اللَّهِ قَالَ وَلاَ الْجِهَادُ فِى سَبِيلِ اللَّهِ إِلاَّ رَجُلٌ خَرَجَ بِنَفْسِهِ وَمَالِهِ فَلَمْ يَرْجِعْ مِنْ ذَلِكَ بِشَىْءٍ

“Tidak ada satu amal sholeh yang lebih dicintai oleh Allah melebihi amal sholeh yang dilakukan pada hari-hari ini (yaitu 10 hari pertama bulan Dzul Hijjah).” Para sahabat bertanya: “Tidak pula jihad di jalan Allah?” Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam menjawab: “Tidak pula jihad di jalan Allah, kecuali orang yang berangkat jihad dengan jiwa dan hartanya namun tidak ada yang kembali satupun.”[1]
Read the rest of this entry »

 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada Oktober 17, 2012 in ZZ..SUNNAH..ZZ

 

Keutamaan Puasa Sepuluh Hari Pertama di Bulan Dzulhijjah

Oleh: Asy Syaikh Abdul Aziz bin Baaz

Pertanyaan:
Samahatus Syaikh Abdul Aziz bin Abdullah bin Baz Rahimahullah ditanya, “Apa pendapat anda tentang pandangan orang yang mengatakan berpuasa di sepuluh hari pertama bulan Dzulhijjah bid’ah?”

Jawaban:
Beliau menjawab, “Orang ini jahil, patut diajari. Karena Rasulullah Sholallahu ‘Alaihi Wasallam telah memotivasi untuk beramal shalih padanya, dan puasa termasuk amal shalih. Berdasarkan hadits sabda Nabi,”Tidak ada hari-hari dimana amal shalih padanya lebih dicintai oleh Allah daripada hari-hari sepuluh ini”. Para shahabat bertanya, “Wahai Rasulullah tidak pula Jihad Fi Sabilillah?” Beliau menjawab, “Tidak pula jihad fi sabilillah, kecuali seseorang berjihad dengan jiwanya dan hartanya dan tidak kembali membawa apa-apa lagi”.Hadits riwayat Al Bukhari dalam shahihnya.

Walaupun Nabi tidak pernah berpuasa pada hari-hari ini, telah diriwayatkan dari beliau bahwa beliau berpuasa padanya, dan diriwayatkan pula dari beliau bahwa beliau tidak berpuasa padanya. Akan tetapi yang jadi pegangan adalah ucapan karena ucapan lebih kuat daripada perbuatan. Dan apabila terkumpul ucapan dan perbuatan maka ini lebi kuat untuk dikatakan sunnah. Maka ucapan adalah dalil tersendiri sebagaimana perbuatan dan taqrir (persetujuan) demikian.
Read the rest of this entry »

 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada Oktober 17, 2012 in ZZ..SUNNAH..ZZ

 

RAKYAT ISLAM JAMA’AH DIBOHONGI RAJANYA PULUHAN TAHUN !!!!


(Pendustaan Terhadap Fatwa Syaikh Yahya bin ‘Utsman hafizohullah, pengajar di Al-Masjid Al-Haram Mekah Mukarromah)

Oleh : Ustadz Abu Abdilmuhsin Firanda Andirja

Sungguh… betapa pilu hati ini menghadapi kenyataan yang sangat menyedihkan… jutaan rakyat ISLAM JAMA’AH ternyata telah dibohongi oleh sang raja (Nur Hasan ‘Ubaidah) selama berpuluh-puluh tahun. Lebih memilukan lagi ternyata setelah wafatnya sang raja maka datanglah sang pahlawan dinasti Kerajaan ISLAM JAMA’AH yang bernama Kholil Bustomi yang meneruskan bahkan memperkuat pembohongan terhadap rakyat ISLAM JAMA’AH ini. Sementara selama berpuluh-puluh tahun para rakyat telah membayar pajak wajib sebagai tanda kesetiaan (nyambung) kepada sang raja…!!!!.

Alhamdulillah dengan rahmat Allah mulailah sebagian rakyat ISLAM JAMA’AH (yang masih berakal sehat) mulai meninggalkan kerajaan ISLAM JAMA’AH tersebut, karena kenyataan yang ada -yang tidak bisa dipungkiri- telah menguak kedustaan sang raja.

Sang raja (Nur Hasan Ubaidah) telah mengaku menimba ilmu di kota Mekah Al-Mukarromah, dan belajar dari para ulama Mekah seperti Syaikh Umar Hamdan rahimahullah dan Syaikh Abdud Dzohir Abu Samh rahimahullah dan sang raja telah mengambil metode “mangkul” dari guru-guru sang raja tersebut.

Rakyat yang jeli tentunya tahu bahwa jika memang sang raja jujur maka tentunya pemahaman “mangkul” yang diserukan oleh sang raja pasti banyak tersebar di Arab Saudi, paling tidak banyak tersebar di kota Mekah Al-Mukarromah. Akan tetapi kenyataannya tidak seorangpun syaikh –apalagi ulama- di kota Mekah yang berpemahaman seperti sang raja….??!!!

TIDAK SEORANGPUN !!!!!, dan saya mengajak rakyat ISLAM JAMA’AH untuk meminta pihak kerajaan ISLAM JAMA’AH untuk membuktikan satu saja dari para ulama Arab Saudi yang berpemahaman sebagaimana pemahaman sang raja Nur Hasan Ubaidah !!!!.
Read the rest of this entry »

 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada Oktober 16, 2012 in L D I I

 

PUASA AROFAH IKUT SIAPA ?


Oleh : Muhammad Abduh Tuasikal

Permasalahan ini sering muncul dari berbagai pihak ketika menghadapi hari Arofah. Ketika para jama’ah haji sudah wukuf tanggal 9 Dzulhijah di Saudi Arabia, padahal di Indonesia masih tanggal 8 Dzulhijah, mana yang harus diikuti dalam puasa Arofah? Apakah ikut waktu jama’ah haji wukuf atau ikut penanggalan Hijriyah di negeri ini sehingga puasa Arofah tidak bertepatan dengan wukuf di Arofah?

Syaikh Muhammad bin Sholih ‘Utsaimin pernah diajukan pertanyaan:

Kami khususnya dalam puasa Ramadhan mubarok dan puasa hari Arofah, di antara saudara-saudara kami di sini terpecah menjadi tiga pendapat.

Pendapat pertama: kami berpuasa bersama Saudi Arabia dan juga berhari Raya bersama Saudi Arabia.

Pendapat kedua: kami berpuasa bersama negeri kami tinggal dan juga berhari raya bersama negeri kami.

Pendapat ketiga: kami berpuasa Ramadhan bersama negeri kami tinggal, namun untuk puasa Arofah kami mengikuti Saudi Arabia.

Kami mengharapkan jawaban yang memuaskan mengenai puasa bulan Ramadhan dan puasa Hari Arofah. Kami memberikan sedikit informasi bahwa lima tahun belakangan ini, kami tidak pernah bersamaan dengan Saudi Arabia ketika melaksanakan puasa Ramadhan dan puasa Arofah. Biasanya kami di negeri ini memulai puasa Ramadhan dan puasa Arofah setelah pengumuman di Saudi Arabia. Kami biasa telat satu atau dua hari dari Saudi, bahkan terkadang sampai tiga hari. Semoga Allah senantiasa menjaga antum.

Jawaban:
Read the rest of this entry »

 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada Oktober 15, 2012 in ZZ..SUNNAH..ZZ

 

Profil ringkas Asy Syaikh Ali bin Hasan bin Ali bin Abdul Hamid Al Halaby Al Atsary

Oleh: Abul Aswad Al Bayaty

Ulama adalah pewaris nabi, demikian disebutkan dalam hadits yang shahih. Kehadirannya sangat dibutuhkan oleh ummat, terlebih di zaman ini yang penuh dengan fitnah.

Adalah Syaikh Ali Hasan Al Halaby, salah satu ulama yang gigih membela sunnah Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam juga banyak membantah pemikiran-pemikiran menyimpang ahli kesesatan seperti bid’ah Tashawwuf dan takfir Khawarij.

Seperti apakah sepak terjang Syaikh Ali Hasan dan bagaimana para ulama Ahlus Sunnah Menilainya? Simak ulasannya berikut ini:

Kelahiran serta belajarnya beliau.
Read the rest of this entry »

 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada September 16, 2012 in ZZ..INFO LAIN ..ZZ

 

Tabligh Akbar Bersama Syaikh Ali Hasan Abdul Hamid Al-Atsary (Masjid Istiqlal, 16 September 2012)

Tabligh Akbar Bersama Syaikh Ali Hasan Abdul Hamid Al-Atsary (Masjid Istiqlal, 16 September 2012)


Read the rest of this entry »

 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada September 11, 2012 in ZZ..INFO KAJIAN..ZZ

 

LIPUTAN : Tabligh Akbar di Mesjid Istiqlal Jakarta 19 Februari 2012

LIPUTAN : Tabligh Akbar di Mesjid Istiqlal Jakarta 19 Februari 2012

Alhamdulillahirobbil’alamin, pada tanggal 19 Pebruari 2012 / 26 Rabiul Awwal 1433 Kota Jakarta dan sekitarnya sejak pagi hari (sekitar jam 06 pagi)sudah dibasahi hujan lebat, dengan hujan Allah menjadikannya sebagai nikmat dan rahmat bagi makhluk-makhluk-Nya. Dilebatnya hujan banyak orang berbondong-bondong keluar rumah bersama istri dan anaknya (bahkan ada anaknya yang baru berumur 3bulan), tidak ketinggalan juga kekek tua dengan tongkatnya. siapa mereka, dan mau kemana mereka dipagi hari yg dingin itu ?

wahai saudaraku yang berada dipelosok negeri, ternyata kita tidak sendirian … terus menuntut ilmu dan berdakwah untuk keluarga dan masyarakat”
Semoga Allah Subhanahu wa Ta’ala memudahkan urusan kita (didunia dan diakhirat), dan juga menjadikan apa yang telah kita lakukan sebagai sesuatu yang bermanfaat bagi kita semua dan kita mengharap pahala dari Nya. sesungguhnya Dia Maha Penolong dan Maha Berkehendak atas segalanya.

Note : Pengurus Masjid Istiqlal Jakarta mengeluarkan informasi resmi jumlah peserta tabligh akbar bersama Ulama Madinah an Nabawiyyah Syaikh Prof. DR. Abdurrazzaq Abdul Muhsin Al-Badr kemarin (Ahad, 19 Februari 2012) kepada panitia acara Radio Rodja 756 AM. Jumlah jama’ah yang hadir lebih kurang 115 ribu orang, plus panitia berjumlah 250 orang. Jumlah ini meningkat dari kunjungan syaikh 2 tahun lalu (2010) sebanyak 105 ribu jama’ah.

Saksikan liputannya : (dokumentasi dari para ikhwan)
Read the rest of this entry »

 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada Februari 20, 2012 in ZZ..INFO LAIN ..ZZ

 

Tabligh Akbar di Mesjid Istiqlal Jakarta 19 Februari 2012

TABLIGH AKBAR

BERSAMA : Syaikh Prof.Dr.Abdurrozzaq bin abdul Mukhsin Al’Abbad Al Badr Hafidzahulloh
(Dosen Ilmu Aqidah Program Pasca Sarjana di Fakultas Aqidah & Usuluddin Universitas Islam Madina dan Ilama Pengajar Tetap di Masjid Nabawi Madinah An-Nabawiyah)

TEMA : Meniti Jalan Meraih Kecintaan ALLAH Subhanahu wa Ta’ala

Waktu : Ahad, 26 Rabi’ul Awwal 1433 H / 19 Pebruari 2012M
Pukul : 09.00 WIB – Dzuhur
Tempat : Masjid Istiqlal Jakarta Pusat
Informasi : 021-8233661, 70736543, 08121055891

 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada Februari 14, 2012 in ZZ..INFO KAJIAN..ZZ

 

Fatwa MUI tentang Faham Syi’ah

Fatwa MUI tentang Faham Syi’ah

Majelis Ulama Indonesia dalam Rapat Kerja Nasional bulan Jumadil Akhir 1404 H,/Maret 1984 M merekomendasikan tentang faham Syi’ah sebagai berikut :
Paham Syi’ah sebagai salah satu faham yang terdapat dalam dunia Islam mempunyai perbedaan-perbedaan pokok dengan mazhab Sunni (Ahlus Sunnah Wal Jama’ah) yang dianut oleh Umat Islam Indonesia.

Perbedaan itu diantaranya :
1. Syi’ah menolak hadis yang tidak diriwayatkan oleh Ahlu Bait, sedangkan ahlu Sunnah wal Jama’ah tidak membeda-bedakan asalkan hadis itu memenuhi syarat ilmu mustalah hadis.
2. Syi’ah memandang “Imam” itu maksum (orang suci), sedangkan Ahlus Sunnah wal Jama’ah memandangnya sebagai manusia biasa yang tidak luput dari kekhilafan (kesalahan).
3. Syi’ah tidak mengakui Ijma’ tanpa adanya “Imam”, sedangkan Ahlus Sunnah wal Jama’ ah mengakui Ijma’ tanpa mensyaratkan ikut sertanya “Imam”.
4. Syi’ah memandang bahwa menegakkan kepemimpinan/Pemerintahan (imamah) adalah termasuk rukun agama, sedangkan Sunni (Ahlus Sunnah wal Jama’ah) memandang dari segi kemaslahatan umum dengan tujuan ke-imamah-an adalah untuk menjamin dan melindungi da’wah dan kepentingan ummat.
5. Syi’ah pada umumnya tidak mengakui kekhalifahan Abu Bakar as-Siddiq, Umar Ibnul Khatab, dan Usman bin Affan, sedangkan Ahlus Sunnah wal Jama’ah mengakui keempat Khulafa’ Rasyidin (Abu Bakar, Umar, Usman dan Ali bin Abi Thalib).
Read the rest of this entry »

 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada Januari 3, 2012 in SYI'AH

 

KEWAJIBAN MENGIKUTI PEMAHAMAN SALAFUSH SHALIH

Oleh Ustadz Muslim Al Atsari

Salaf, artinya adalah orang-orang terdahulu. Adapun yang dimaksud dengan Salafush Shalih, dalam istilah ulama adalah orang-orang terdahulu yang shalih, dari generasi sahabat dan orang-orang yang mengikuti mereka dengan baik, dari generasi tabi’in, tabi’ut tabi’in, dan para ulama Ahlus Sunnah Wal Jama’ah setelah mereka.

Salafush Shalih adalah generasi terbaik umat Islam. Oleh karenanya, merupakan kewajiban bagi kita untuk mengikuti pemahaman mereka dalam beragama. Sehingga berbagai macam bid’ah, perpecahan dan kesesatan dapat dijauhi. Karena adanya berbagai macam bid’ah, perpecahan, dan kesesatan tersebut, berawal dari menyelisihi pemahaman Salafush Shalih. Menjadi keniscayaan, jika seluruh umat Islam, dari yayasan atau organisasi atau lembaga apapun, wajib mengikuti pemahaman Salafush Shalih dalam beragama.

Banyak dalil-dalil dari Al Qur’an dan As Sunnah yang menunjukkan kewajiban mengikuti pemahaman Salafush Shalih. Para ulama telah banyak menulis masalah besar ini di dalam karya-karya mereka.

Imam Ibnul Qoyyim di dalam kitab I’lamul Muwaqqi’in, menyebutkan 46 dalil tentang kewajiban mengikuti sahabat [1]. Syaikh Salim Al Hilali menulis kitab yang sangat bernilai tentang kewajiban mengikuti manhaj Salaf ini di dalam kitab beliau yang berjudul Limadza Ikhtartu Manhaj As Salafi?, yang telah diterjemahkan ke dalam bahasa Iindonesia.

Sekedar untuk memudahkan pemahaman bagi saudara-saudara seiman, secara ringkas kami ingin menyampaikan sebagian dalil-dalil yang menunjukkan kewajiban mengikuti sahabat dalam beragama.
Read the rest of this entry »

 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada Desember 31, 2011 in SALAFIYAH

 

MENGIKUTI MANHAJ SALAF DALAM SEMUA HAL

Oleh Ustadz Abu Nida` Chomsaha Shofwan

Dalam memahami Islam, dalam bentuk apapun, baik masalah ibadah, syari’ah, mu’amalah; terutama masalah aqidah, harus mengikuti sebagaimana ulama-ulama Salaf memahaminya. Sebagai contoh dalam memahami al Qur`an dan al Hadits, kita tidak boleh lepas dari pemahaman ulama-ulama Salaf. Mengapa harus mengikuti para salaf?

Karena para sahabat, tabi’in, tabi’ut-tabi’in, mereka adalah yang paling memahami tentang Islam seperti yang diajarkan oleh Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam. Begitu pula kita harus mengikuti imam-imam Ahlus Sunnah, karena mereka sangat memahami tentang Islam. Apa yang difatwakan mereka adalah untuk kebaikan bagi kaum Muslimin. Memang, para imam-imam tersebut tidak ma’shum, tetapi, mereka itu adalah mujtahid. Sedangkan ciri Ahlus Sunnah, di antaranya ialah mengikuti para ulama dalam memahami dalil, terutama masalah fitnah yang dimunculkan oleh firqah-firqah. Sebagai contoh, yaitu Khawarij dan Syi’ah.

Khawarij, mereka salah dalam memahami ayat :

وَمَن لَّمْ يَحْكُم بِمَا أَنزَلَ اللَّهُ فَأُولَٰئِكَ هُمُ الْكَافِرُونَ

Barangsiapa yang tidak memutuskan menurut apa yang diturunkan Allah, maka mereka itu adalah orang-oang yang kafir. [al Maidah/5 : 44].

Kelompok Khawarij tidak rela terhadap apa yang dilakukan oleh Khalifah Ali Radhiyallahu ‘anhu kepada Mu’awiyah Radhiyallahu ‘anhu, dan akhirnya mereka mengkafirkan Ali Radhiyallahu ‘anhu. Setelah itu, muncullah kelompok yang mengatasnamakan pendukung Ali Radhiyallahu ‘anhu yang dipimpin oleh ‘Abdullah bin Saba`, seorang Yahudi yang kemudian menyatakan masuk Islam, dan pada akhirnya nanti sebagai bibit pertama munculnya Syi’ah. Tokoh ini sangat berlebihan dalam mencintai Ali Radhiyallahu ‘anhu. Dia menyatakan, bahwa berdasarkan wasiat dari Rasul Shallallahu ‘alaihi wa sallam, katanya, Ali Radhiyallahu ‘anhu lebih berhak menjadi khalifah. Bahkan Syi’ah sampai mengangkat Ali sebagai ilah (sesembahan). Kedua firqah ini muncul pada zaman Khalifah Ali Radhiyallahu ‘anhu.

Firqah lain yang juga muncul, yaitu Qadariyah dan Murjiah. Firqah Qadariyah sendiri telah ada sejak zaman Rasul Shallallahu ‘alaihi wa sallam.
Read the rest of this entry »

 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada Desember 30, 2011 in SALAFIYAH

 

Beberapa Kesamaan Tarekat Sufiyah dan Agama Syiah

Beberapa Kesamaan Tarekat Sufiyah dan Agama Syi’ah *

Siapapun yang mengetahui hakikat tasawwuf (Sufi) dan tasyayyu’ (Syi’ah), ia akan mendapatkan keduanya seperti pinang dibelah dua. Keduanya berasal dari sumber yang sama, dan memiliki tujuan yang sama. Oleh karena itu, kedua firqah ini memiliki kesamaan dalam pemikiran dan aqidah. Di antara persamaan dua golongan tersebut, ialah:

Pertama. Kaum Syi’ah mengaku memiliki ilmu khusus yang tidak dipunyai kaum muslimin selain mereka. Mereka menisbatkan kedustaan ini kepada Ahlul bait dengan seenak perutnya. Mereka juga mengklaim memiliki mushaf (Al-Qur‘ân) tersendiri, yang mereka sebut Mushaf Fathimah. Menurut keyakinan mereka, mushaf ini memiliki kelebihan tiga kali lipat lebih besar dibandingkan dengan Al- Qur‘ân yang ada di tangan kaum muslimin.2 Mereka menganggap Muhammad diutus dengan tanzil, sedangkan Ali diutus dengan takwil.3

Demikian pula orang-orang Sufi, mereka menganggap memiliki ilmu hakikat. Sedangkan orang dari luar kalangan mereka, hanya baru sampai pada tingkat ilmu syariat. Mereka beranggapan, bahwasanya Allah Subhanahu wa Ta’ala menganugerahkan ilmu laduni kepada mereka, saat orang-orang selain mereka mesti menimba ilmu dengan susah payah dari para ulama. Bahkan salah seorang tokoh Sufi , yaitu al-Busthami sampai berkoar: “Kami telah menyelam di dalam lautan ilmu, sementara para nabi (hanya) berdiri di tepinya”.4 Demikian, persamaan antara Sufi dan Syi’ah dalam masalah ilmu kebatinan.
Read the rest of this entry »

 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada Desember 29, 2011 in SUFI, SYI'AH

 

Menyibak Hakikat Hizbut Tahrir

Ustadz Arif Fathul Ulum bin Ahmad Saifullah

TAQDIM

Dakwah Ilallah adalah jalan semua rasul dan para pengikut mereka, untuk mengeluarkan mereka dari kegelapan-kegelapan kepada cahaya yang terang benderang, dari kekufuran kepada keimanan, dari kesyirikan kepada tauhid, dan dari neraka ke surga.

Dakwah para rasul inilah yang wajib diikuti oleh setiap juru dakwah, agar dakwah mereka membuahkan hasil yang baik, barang siapa berdakwah tanpa memakai asas-asas dakwah para rasul maka dakwah itu tidak bernilai sama sekali di sisi Allah dan menjadikan daya upaya yang dicurahkan padanya sia-sia.

Di antara jama’ah-jama’ah dakwah yang menyelisihi manhaj para rasul adalah Hizbut Tahrir yang mengonsentrasikan dakwahnya untuk merebut kekuasaan dan mendirikan Khilafah Islamiyyah (negara Islam) dan mengabaikan sisi-sisi penting dari syari’at Islam seperti aqidah, akhlak, dan yang lainnya.

Mengingat begitu gencarnya dakwah mereka pada hari ini dan di sisi lain banyak dari kaum muslimin yang belum mengetahui hakikat dakwah mereka maka insya Allah di dalam bahasan kali ini akan kami paparkan studi kritis terhadap manhaj kelompok ini dengan menukil dari tulisan-tulisan mereka sendiri dan penjelasan-penjelasan para ulama tentang hakikat mereka.

SEJARAH PENDIRIAN HIZBUT TAHRIR

Kelompok ini didirikan oleh Taqiyddin bin Ibrahim an-Nabhani. Dia dilahirkan tahun 1909 M di Desa Ijzam yang terletak di sebelah selatan Kota Jifa, Yordania. Dia banyak terpengaruh oleh kakeknya, Yusuf Isma’il an-Nabhani yang dikenal dengan pemikiran sufinya dan permusuhannya kepada Salafush Shalih sebagaimana di dalam banyak tulisan-tulisannya seperti Syawahidul Haqqi fi Istighatsah Bisayyidil Khalqi.

Pada tahun 1952 dia mengajukan permohonan resmi kepada Kementerian Dalam Negeri Yordania untuk mendapatkan izin bagi partainya yang bernama Hizbut Tahrir al-Islami, tetapi permohonannya ditolak. Sesudahnya, kelompok Hizbut Tahrir melakukan aktivitas politik secara rahasia.
Read the rest of this entry »

 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada Desember 27, 2011 in HIZBU TAHRIR (HT)

 

Studi Kritis Atas Buku Sesat “Sejarah Berdarah Sekte Salafi Wahabi”

Ustadz Abu Ubaidah Yusuf bin Mukhtar As-Sidawi

Telah sampai kepada kami beberapa usulan pembaca agar kami mengkritik sebuah buku yang beredar akhir-akhir ini yang dipublikasikan secara gencar dan mendapatkan sanjungan serta kata pengantar dari para tokoh. Oleh karenanya, untuk menunaikan kewajiban kami dalam menasihati umat, kami ingin memberikan studi kritis terhadap buku ini, sekalipun secara global saja sebab tidak mungkin kita mengomentari seluruh isi buku rang penuh dengan syubhat tersebut dalam majalah kita yang terbatas ini. Semoga Alloh menampakkan kebenaran bagi kita dan melapangkan hati kita untuk menerimanya.

JUDUL BUKU DAN PENULISNYA

Judul buku ini adalah Sejarah Berdarah Sekfe Salafi Wahabi, ditulis oleh Syaikh Idahram, penerbit Pustaka Pesantren, Yogyakarta, cetakan pertama, 2011. Buku ini mendapatkan rekomendasi tiga tokoh agama yang populer namanva yaitu KH. Dr. Said Agil Siraj, KH. Dr. Ma’ruf Amin, dan Muhammad Arifin Ilham.

AQIDAH WAHABI ADALAH TAJSIM?

Pada hlm. 234 penulis mengatakan:

Akidah Salafi Wahabi adalah aqidah Tajsim dan tasybih (menyerupakan Allah dengan makhluk) yang sama persis dengan akidah orang-orang Yahudi. Dalil-dalil mereka begitu rapuhnya, hanya mengandalkan hadits-hadits ahad dalam hal akidah.

Jawaban:

Ini adalah tuduhan dusta, sebab aqidah mereka dalam asrna’ wa shifat sangat jelas mengimani nama dan sifat Alloh yang telah disebutkan al-Qur’an dan hadits yang shohih tanpa tahrif (pengubahan), ta’thil (pengingkaran), takyif (menanyakan hal/kaifiat), maupun tamtsil (penyerupaan).[1] Di antara dalil yang menunjukkan hal ini adalah firman Alloh:

“Tidak ada yang serupa dengan Dia. Dan Dialah yang Maha Mendengar dan Melihat.” (QS. asy-Syuro [42]: 11)

Inilah aqidah ulama-ulama salaf, di antaranya al-Imam asy-Syafi’i, beliau pernah berkata:

“Kita menetapkan sifat-sifat ini yang disebutkan dalam al-Qur’an dan as-Sunnah dan kita juga meniadakan penyerupaan sebagaimana Alloh meniadakan penyerupaun tersebut dari diri Nya dalam firman-Nya (yang artinya), ‘Tidak ada sesuatu pun yang serupa dengan-Nya.’ (QS. Asy-Syuro [42 : 11).[2]

Namun, jangan merasa aneh dengan tuduhan ini, karena demikianlah perilaku ahli ahwa’ semenjak dulu. Al-Hafizh Ibnu Abdil Barr berkata, “Seluruh Ahlus Sunnah telah bersepakat untuk menetapkan sifat-sifat yang terdapat dalam al-Qur’an dan as-Sunnah serta mengartikannya secara zhohirnya. Akan tetapi, mereka tidak rnenggambarkan bagaimananya/bentuknya sifat¬sifat tersebut. Adapun Jahmiyyah, Mu’tazilah, dan Khowarij mengingkari sifat-sifat Alloh dan tidak mengartikannya secara zhohirnya. Lucunya, mereka menyangka bahwa orang yang menetapkannya termasuk Musyabbih (kaum yang menyerupakan Alloh dengan makhluk).”[3]

Semoga Alloh merahmati al-Imam Abu Hatim ar-Rozi yang telah mengatakan, “Tanda ahli bid’ah adalah mencela ahli atsar. Dan tanda Jahmiyyah adalah menggelari Ahli Sunnah dengan Musyabbihah.”[4]

lshaq bin Rohawaih mengatakan, “Tanda Jahm dan pengikutnya adalah menuduh Ahli Sunnah dengan penuh kebohongan dengan gelar Musyabbihah padahal merekalah sebenarnya Mu’aththilah (menidakan/mengingkari sifat bagi Alloh).”[5]
Read the rest of this entry »

 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada Desember 27, 2011 in SALAFIYAH

 

Dauroh Syar’iyyah Manhajiyyah ke-3 & Tabligh Akbar (11-14 Safar 1433 H/ 5-8 Januari 2012)

PESANTREAN ISLAM HIDAYATUNNAJAH

Jl.Raya Pebayuran KM 08 Kertasari-Pebayuran Kab.Bekasi 17710 Jawa Barat

Menyelenggarakan :

DAUROH SYAR’IYYAH MANHAJIYYAH KE-3 (11-13 Safar 1433 H / 5-7 Januari 2012 M)

1. Ustadz Arif Syarifudin, Lc (Pentingnya Mempelajari Kaidah-kaidah/Qowa’id at Tafsir)

2. Ustadz Nuzul Dzikri, Lc (Manhaj Salaf Dalam Memahami Kisah-kisah di Dalam al-Qur’an)

3. Ustadz Aiman Abdillah, Lc (Mengenal Berbagai Qir’at dalam al-Qur’an dan Cara Mengamalkannya)

4. Ustadz Kurnaedi Abu Ya’la (Mempelajari ‘Ulumul Qur’an dan Cara Mudah Menghafal al-Qur’an)

5. Ustadz Mahfudz Umri, Lc (Muqodimah fi Ushul at Tafsir)

6. Ustadz Amri Azhari, Lc (Mendalami Tajwid dan Tahsin al-Qur’an)

 

TABLIGH AKBAR (Ahad, 14 Shafar 1433 H / 8 Januari 2012 M)

Bersama : Al-Ustadz Mubarok Bamu’allim, Lc.MA

Dengan tema : “Meneladani Generasi Salafus Shalih dalam Mendidik Pribadi dan Keluarga”

Fasilitas : – Dauroh Kit (Block Note, Makalah & Sertifikat), Asrama (penginapan), Sarana Ibadah, Sarana Olahraga dan Kolam Renang, Konsumsi (Makan & Snack)

Infaq Kegiatan Rp. 75.000,-/peserta

Peserta Ikhwan = 200 orang & Akhwat = 200 orang

Registrasi Via SMS ke No. (082123411283)

Rekening BRI No. ( 0844-0-003578-53-9) a.n. Yayasan Hidayattunnajah

Informasi dan Pendaftaran Hubungi :

Kantor informasi : 021 89150465/021 89150466

Ust. Faturrahman (081388932104), Ust. Ardiansyah (081310232439), Ust. Abu Usaid (082123411283)Ust. Hendi Hakim (087879396813)

Khusus Akhwat Hubungi :Ustzh. Siti (081225822017), Ustzh. Nani  (085692139098)

Akhir pendaftaran tanggal 9 Shafar 1433 H /  3 Januari 2012

http://hidayatunnajah.or.id/?p=320

 

 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada Desember 26, 2011 in ZZ..INFO KAJIAN..ZZ

 

Sufi Ingin Mengembara karena-Nya

Oleh Ustadz Aris Munandar

Dalam bahasa Arab mengembara diistilahkan dengan siyahah. Menurut tinjauan bahasa siyahah bermakna mengadakan perjalanan di muka bumi (at Tahrir wat Tanwir karya Ibnu Asyur 6/106).
Sebagaimana firman Allah Ta’ala,

فَسِيحُوا فِي الْأَرْضِ أَرْبَعَةَ أَشْهُرٍ

Yang artinya, “Maka berjalanlah kamu (kaum musyrikin) di muka bumi selama empat bulan” (QS at Taubah:2).
Tentang makna ayat ini ath Thabari mengatakan, “Berjalanlah kalian di muka bumi baik ke sana maupun kemari dengan penuh rasa aman tanpa perlu merasa takut dari gangguan rasulullah dan orang-orang yang mengikutinya” (Tafsir ath Thabari 6/309).

Di kitab Lisan al Arab disebutkan bahwa makna siyahah adalah “meninggalkan tempat kediaman untuk bepergian di muka bumi”.

Demikianlah makna siyahah dalam bahasa Arab. Makna ini kemudian mengalami penyempitan. Istilah siyahah digunakan untuk kegiatan mengembara yang dilakukan oleh orang-orang Yahudi, Nasrani dan yang lainnya. Mereka jauhi interaksi dengan masyarakat dengan mengembara di berbagai padang pasir dan pegunungan dalam rangka menyendiri dan mencari tempat sepi untuk beribadah kepada Allah.

Dalam kitab Lisan Arab sampai disebutkan bahwa pengertian siyahah adalah mengembara dengan tujuan beribadah.
Mengembara dengan tujuan semacam ini lalu dijadikan oleh orang-orang sufi sebagai bagian dari ajaran Islam padahal Islam tidak pernah mengajarkannya. Pada akhirnya mengembara semacam ini menjadi simbol bagi orang-orang yang hendak konsentrasi penuh beribadah kepada Allah. Orang yang punya niat semacam itu diperintahkan oleh orang-orang sufi agar meninggalkan masyarakat dan mengembara ke berbagai tempat. Mereka tinggalkan kewajiban melaksanakan shalat Jumat dan jamaah dengan kedok membersihkan diri dari cinta dunia.

Para ulama pun mengingatkan umat bahaya hal ini. Suatu hal yang dianggap sebagai bagian dari ajaran Islam padahal bukan.

Syeikhul Islam Ibnu Taimiyyah mengatakan, “Mengembara ke tempat tertentu tanpa tujuan yang disyariatkan oleh Islam sebagimana yang dilakukan oleh para ahli ibadah adalah perkara yang terlarang. Imam Ahmad mengatakan, ‘Mengembara itu sama sekali bukanlah ajaran Islam, bukan pula prilaku para nabi dan orang-orang yang shalih” (Majmu Fatawa 10/643).

Beliau juga mengatakan, “Islam tidak mengajarkan kepada kita untuk pergi ke berbagai goa yang ada di gunung, tidak pula menyepi di berbagai goa. Yang diajarkan oleh Islam adalah i’tikaf di masjid. Itulah yang ada ajarannya dalam Islam” (Majmu Fatawa 27/500).

Ibnul Jauzi mengatakan, “Tipuan Iblis kepada orang-orang dengan menjadikan bepergian dan mengembara sebagai ibadah. Iblis telah berhasil menipu banyak orang sufi. Akhirnya mereka mengembara tanpa ada tujuan yang jelas dan bukan pula untuk menuntut ilmu. Mayoritas orang sufi berkelana sendirian tanpa membawa bekal sedikit pun. Mereka mengklaim bahwa itulah tawakkal.

Betapa banyak amal sunnah dan amal wajib yang mereka tinggalkan. Sayangnya mereka beranggapan bahwa mengembara itu sebuah ketaatan dan mempercepat mereka untuk menjadi wali. Padahal sebenarnya yang mereka lakukan adalah maksiat dan menyelisihi ajaran Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam. Mengembara tanpa ada tempat tertentu yang dituju itu termasuk dalam larangan Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam untuk bepergian tanpa ada keperluan” (Talbis Iblis hal 420).
Read the rest of this entry »

 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada September 13, 2011 in SUFI

 

Demokrasi Antara Salafi dengan Takfiri

Oleh Ustadz Aris Munandar

قال : يرى التكفيريون أن الديمقراطية كفر وردة , وخروج عن الملة !!

Syaikh Ali al Halabi mengatakan, “Takfiri berkeyakinan bahwa demokrasi [baca: voting] adalah kekafiran dan kemurtadan serta keluar dari Islam tanpa memberi rincian.

بينما يرى السلفيون التوضيح والبيان والتفصيل :

Sedangkan salafi berkeyakinan bahwa status hukum hukum untuk demokrasi itu perlu mendapatkan penjelasan dan rincian.

فإذا كان مقصود الديمقراطية : ترتيب شؤون الناس الإدارية , والمعيشية والخدماتية –وما إلى ذلك- بما لا يخالف الشرع –أو يتعارض معه- ؛ فهذا من المباحات التي لا حرج فيها .

Jika dimaksud dengan demokrasi [baca: voting] adalah voting untuk membuat berbagai kebijakan yang tidak menyelisihi dan tidak bertentangan dengan aturan syariat yang menjadi sebab teraturnya berbagai urusan dan penghidupan serta pelayanan kepada masyarakat dan seterusnya hukumnya mubah alias tidak ada masalah.

وإذا كان المقصود من الديمقراطية : تنزيل أحكام الدين (القطعية) على مائدة التصويت –قبولا أو ردا- ؛ فلا شك أن هذا من المحادة لله ورسوله

Sedangkan jika dimaksud dengan demokrasi [baca: voting] adalah menentukan diterima atau tidaknya hukum-hukum agama yang sudah pasti dengan jumlah suara yang setuju ataukah tidak maka tidaklah diragukan bahwa sikap ini adalah sikap menentang Allah dan rasul-Nya.

مع التفريق بين ترك الحكم الشرعي –معصية ومخالفه- وتركه –إعتقادا أو جحودا أو استهزاء , أو … –بحسب أنواع الكفر

Namun patut dibedakan antara meninggalkan hukum syariat yang berstatus maksiat dan penyimpangan dengan meninggalkan hukum syariat karena keyakinan, penolakan atau merendahkannya dll sebagaimana macam-macam kekafiran besar.

بينما يطلق غير السلفييين -من أولئك الأدعياء- على الديمقراطية أنها (كفر أكبر)-جملة-!!!

Adapun takfiri yang mengaku-aku salafi secara general memberi vonis bahwa demokrasi [baca: voting] adalah kekafiran besar” [As Salafiyyah Dakwah Imanin Amnin wa Amanin hal 109-110].

Sumber:

http://www.kulalsalafiyeen.com/vb/showthread.php?p=125296#post125296

 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada September 8, 2011 in SALAFIYAH

 

Beda Salafi dengan Takfiri

Oleh Ustadz Aris Munandar

Mengingat kemunculan Khawarij itu bersifat terus menerus hingga kemunculan Dajjal dan hakikat senyatanya dari diri mereka di berbagai masa dan daerah tidaklah diketahui oleh sebagian kaum muslimin sehingga sebagian orang Islam beranggapan bahwa Khawarij itu berada di atas kebenaran. Sebagaimana sebagian orang yang hidup di masa salaf tidak mengetahui hakikat mereka yang senyatanya. Karena itu suatu hal yang vital adalah upaya membedakan antara mereka para Khawarij dengan para pengikut Salaf Shalih. Terlebih lagi opini yang dibuat media massa yang memiliki berbagai pandangan, tendensi dan pengetahuan sangat mempengaruhi banyak orang. Kita saksikan bahwa media tidak bisa membedakan antara salafi dengan takfiri [baca: khariji] yang ini tentu saja sangat merusak citra dakwah salafiyyah. Akibatnya takfiri khariji yang menyimpang dari dakwah salafiyyah dinilai sebagai salafi. Pemikiran dan tindakan takfiri khariji pun dinilai sebagai bagian dari dakwah salafiyyah. Kondisi ini menuntut kita untuk menegaskan perbedaan antara dakwah salafiyyah dengan dakwah yang diusung oleh Khawarij yang main vonis kafir seenaknya.

Pertama, ulama kontemporer yang dijadikan sebagai rujukan. Terdapat perbedaan yang nyata antara salafi dengan takfiri dalam masalah ini. Rujukan salafi dalam memahami al Qur’an dan sunnah Nabi di samping berbagai riwayat dari ulama salaf dan pemahaman ulama terdahulu adalah penjelasan para ulama besar di zaman ini semisal Ibnu Baz, Al Albani, Ibnu Utsaimin, Lajnah Daimah KSA, Syaikh Abdul Muhsin al Abbad dan para ulama lain yang meniti jejak para ulama tersebut.

Sedangkan takfiri tokoh kontemporer yang mereka jadikan sebagai rujukan adalah Sayyid Qutb, Muhammad Qutb, Abu Muhammad al Maqdisi, Abu Qatadah al Falistini, Abu Bashir ath Thurthusi dan orang-orang yang sejalan dan satu pemikiran dengan mereka-mereka.
Read the rest of this entry »

 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada September 7, 2011 in SALAFIYAH, TAKFIR

 

Partai Politik Menurut Salafi

Oleh Ustadz Aris Munandar

Seorang yang dengan penuh kesungguhan mengumpulkan dan mengkaji perkataan para ulama besar salafi mengenai membentuk partai politik akan mengetahui bahwa mereka tidaklah melarang pembentukan partai politik secara mutlak. Akan tetapi fatwa yang diberikan oleh para ulama salafi mengenai masalah ini berbeda-beda tergantung negeri dan perbedaan kondisi penduduknya. Uraian lebih detailnya adalah sebagai berikut:

Pertama, para ulama salafi membolehkan kaum muslimin yang tinggal di negara kafir untuk membentuk partai politik dalam kerangka tolong menolong dalam kebaikan dan takwa sebagaimana fatwa Lajnah Daimah yang membolehkan pembentukan partai politik ketika Lajnah Daimah memberikan jawaban untuk pertanyaan yang terdapat dalam fatwa Lajnah Daimah no 5651 23/407-408 yang ditandatangani oleh Syaikh Abdullah bin Qaud, Syaikh Abdullah bin Ghadayan, Syaikh Abdurrazzaq Afifi, Syaikh Abdul Aziz bin Abdullah bin Baz. Fatwa beliau-beliau itu terkait teks pertanyaan berikut ini:

“سؤال : هل يجوز إقامة أحزاب إسلامية في دولة علمانية وتكون الأحزاب رسمية ضمن القانون، ولكن غايتها غير ذلك، وعملها الدعوي سري؟

Pertanyaan, “Apakah diperbolehkan membentuk partai Islam di sebuah negara yang murni sekuler dan partai tersebut legal sebagaimana UU kepartaian yang ada? Akan tetapi tujuan dibentuknya partai tidaklah semata-mata partai. Tujuan dakwah dari partai ini disembunyikan”.

الجواب : يشرع للمسلمين المبتلين بالإقامة في دولة كافرة أن يتجمعوا ويترابطوا ويتعاونوا فيما بينهم سواء كان ذلك باسم أحزاب إسلامية أو جمعيات إسلامية؛ لما في ذلك من التعاون على البر والتقوى”.

Jawaban Lajnah Daimah, “Dibenarkan bagi kaum muslimin yang tinggal di negara kafir untuk berkumpul, menjalin hubungan dan tolong-menolong di antara sesama mereka baik dengan nama partai politik Islam ataupun ormas Islam. Dikarenakan hal tersebut adalah bagian dari tolong menolong dalam kebaikan dan takwa”.

Sekali lagi kami tegaskan bahwa hendaknya keberadaan partai tersebut adalah bagian dari tolong menolong dalam kebaikan dan takwa.
Read the rest of this entry »

 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada September 7, 2011 in SALAFIYAH

 

Fanatisme Fanatisme

Oleh Ustadz Aris Munandar

موقفنا من الدعوات المختلفة وموقفنا من الدعوات المختلفة التي طغت في هذا العصر ففرقت القلوب و بلبلت الأفكار أن نزنها بميزان دعوتنا فما وافقها فمرحبا به و ما خالفها فنحن براء منه و نحن مؤمنون بأن دعوتنا عامة محيطة لا تغادر جزءا صالحا من أية دعوة إلا ألمت به و أشارت إليه

Syaikh Hasan al Bana mengatakan,
“Sikap kita terhadap berbagai gerakan dakwah yang demikian banyak di zaman ini sehingga menimbulkan perpecahan hati (kaum muslimin) dan kacaunya pemikiran adalah menimbang berbagai gerakan dakwah tersebut dengan dakwah kita (baca: ajaran IM). Semua gerakan yang selaras dengan dakwah kita maka kita sambut dengan hangat. Sedangkan berbagai gerakan yang menyelisihi dakwah kita maka kita berlepas diri darinya. Kita beriman (baca: yakin dengan sepenuh hati) bahwa dakwah kita adalah mencakup semua aspek kehidupan dan meliputi (segala kebaikan). Tidak ada satu pun hal positif yang dimiliki oleh berbagai gerakan dakwah melainkan dakwah kita mengajarkan dan mengisyaratkan agar memujudkannya”[Rasail al Imam Hasan al Bana jilid 1 hal 8, Syamilah].

Moga Allah mengampuni Ustadz Hasan al Bana. Jika kita telaah kalimat demi kalimat di atas mungkinkah ‘dakwah kita’ dalam kutipan di atas bermakna dakwah Islam? Moga Allah menyayangi orang-orang yang bisa bersikap objektif dan mengatakan salah untuk hal yang salah meski diucapkan oleh orang yang sangat dikagumi. Inilah kewajiban setiap muslim dalam menyikapi semua manusia yang ia kagumi kecuali Nabi.

 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada September 5, 2011 in ZZ..MEREKA DALAM TIMBANGAN..ZZ

 

BERHARIRAYA DENGAN PEMERINTAH BUKAN ORMAS

Oleh : Ustadz Mubarak Bamuallim
(Dosen Mahad Ali bin Abi Thalib/Mahad Ali Al-Irsyad As-Salafi Surabaya)

Perlu diketahui oleh segenap kaum muslimin; sejak zaman Rasulullah shallallahualaihi wasallam , Khulafaur Rasyidin; Abu Bakar, Umar, Utsman dan Ali radhiyallahu anhum serta penguasa-penguasa kaum muslimin lainnya bahwa idul fitri(1) selalu ditetapkan oleh para Waliyyul Amr (penguasa kaum muslimin). Mengapa demikian? karena Idul fitri– demikian pula puasa Ramadhan dan ‘Idul Adha– adalah ibadah yang bersifat kolektif bersama seluruh kaum muslimin. Nabi shallallahualaihi wasallam bersabda :

الصَّوْمُ يَوْمَ تَصُومُونَ وَالْفِطْرُ يَوْمَ تُفْطِرُونَ وَاْلأَضْحَى يَوْمَ تُضَحُّونَ

“Puasa itu pada hari (ketika) kalian semua berpuasa, Idul fitri pada hari ketika kalian semua beridulfitri dan Idul Adha ketika kalian semua beriduladha” (Hadits Riwayat Tirmidzi dalam “Sunannya no : 633 dan dishahihkan oleh al-Albani dalam “Silsilah ash-shahihah no : 224).

Aisyah radhiyallahu anha berkata :

النَّحْرُ يَوْمَ يَنْحَرُ النَّاسُ ، وَ اْلفِطْرُ يَوْمَ يُفْطِرُ النَّاسُ

“Hari Raya Kurban ketika manusia berkorban dan hari Idul Fitri ketika manusia beridulfitri”.

Demikian pula sejak zaman Nabi shallallahualaihi wasallam sampai hari ini seluruh Negara muslim menetapkan permulaan puasa Ramadhan, Idul Fitri dan Idul Adha berdasarkan hilal, kecuali salah satu organisasi di negeri kita yang katanya; mengajak umat kepada al-Qur’an dan as-Sunnah tetapi dalam masalah ini meleset dari ajaran keduanya, hanya kepada Allah kita mengadu.

Setelah membawakan hadits di atas, Imam Tirmidzi berkata :

فَسَّرَ بَعْضُ أَهْلِ الْعِلْمِ هَذَا الْحَدِيثَ فَقَالَ إِنَّمَا مَعْنَى هَذَا أَنَّ الصَّوْمَ وَالْفِطْرَ مَعَ الْجَمَاعَةِ وَمُعْظَمِ النَّاسِ

“Sebagian ulama mentafsirkan hadits ini dengan mengatakan, makna hadits ini bahwasanya puasa dan Idul Fitri dilaksanakan bersama jama’ah dan mayoritas umat Islam”.

Ash-Shan’ani berkata :

فِيهِ دَلِيلٌ عَلَى أَنَّهُ يُعْتَبَرُ فِي ثُبُوتِ الْعِيدِ الْمُوَافَقَةُ لِلنَّاسِ ، وَأَنَّ الْمُنْفَرِدَ بِمَعْرِفَةِ يَوْمِ الْعِيدِ بِالرُّؤْيَةِ يَجِبُ عَلَيْهِ مُوَافَقَةُ غَيْرِهِ ، وَيَلْزَمُهُ حُكْمُهُمْ فِي الصَّلاَةِ ، وَاْلإِفْطَارِ ، وَاْلأُضْحِيَّةِ

“(Dalam) hadits ini terdapat dalil bahwasanya ketetapan Id akan dianggap, jika sesuai dengan seluruh kaum muslimin dan bahwasanya seorang yang secara sendirian mengetahui hari Id dengan melihat (hilal), wajib baginya menyesuaikan dengan yang lainnya, dan merupakan kelaziman baginya hukum mereka dalam shalat, berbuka dan berkorban (Subulussalam 2/462).

Dalam “Tahdziibus Sunan”, Ibnul Qayyim berkata : “Dan dikatakan bahwa dalam hadits ini terdapat bantahan terhadap orang yang berpendapat bahwa seseorang yang mengetahui terbitnya bulan (munculnya hilal) dengan hisab (perhitungan) manaazil qamar, boleh baginya berpuasa dan berbuka sementara yang tidak mengetahui tidak boleh”.( Tahdziib as-Sunan 3/214).

Dalam “Hasyiyah Ibnu Majah” Abu Hasan as-Sindi berkata setelah menyebut hadits di atas : “Yang tampak dari makna hadits ini bahwasanya hal-hal seperti ini (penentuan awal puasa, Idul Fitri dan Idul Adha) bukan urusan perorangan dan mereka tidak bisa berbuat secara sendirian, akan tetapi urusannya diserahkan kepada penguasa/pemerintah dan jama’ah kaum muslimin dan wajib bagi perorangan mengikuti pemerintah dan jama’ah kaum muslimin”.

Syaikhul Islam Ibnu Taimiyyah berkata :

“فَإِنَّا نَعْلَمُ بِالاِضْطِرَارِ مِنْ دِينِ اْلإِسْلاَمِ أَنَّ الْعَمَلَ فِي رُؤْيَةِ هِلاَلِ الصَّوْمِ أَوْ الْحَجِّ أَوْ الْعِدَّةِ أَوْ اْلإِيْلاَءِ أَوْ غَيْرِ ذَلِكَ مِنْ اْلأَحْكَامِ الْمُعَلَّقَةِ بِالْهِلاَلِ بِخَبَرِ الْحَاسِبِ أَنَّهُ يُرَى أَوْ لاَ يُرَى لاَ يَجُوزُ . وَالنُّصُوصُ الْمُسْتَفِيضَةُ عَنْ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ بِذَلِكَ كَثِيرَةٌ . وَقَدّ أَجْمَعَ الْمُسْلِمُونَ عَلَيْهِ . وَلاَ يُعْرَفُ فِيهِ خِلاَفٌ قَدِيمٌ أَصْلاً وَلاَ خِلاَفٌ حَدِيثٌ ؛ إلاَّ أَنَّ بَعْضَ الْمُتَأَخِّرِينَ مِنْ الْمُتَفَقِّهَةِ الحادثين بَعْدَ الْمِائَةِ الثَّالِثَةِ زَعَمَ أَنَّهُ إذَا غُمَّ الْهِلاَلُ جَازَ لِلْحَاسِبِ أَنْ يَعْمَلَ فِي حَقِّ نَفْسِهِ بِالْحِسَابِ فَإِنْ كَانَ الْحِسَابُ دَلَّ عَلَى الرُّؤْيَةِ صَامَ وَإِلاَّ فَلاَ . وَهَذَا الْقَوْلُ وَإِنْ كَانَ مُقَيَّدًا بِاْلإِغْمَامِ وَمُخْتَصًّا بِالْحَاسِبِ فَهُوَ شَاذٌّ مَسْبُوقٌ بِاْلإِجْمَاعِ عَلَى خِلاَفِهِ . فَأَمَّا اتِّبَاعُ ذَلِكَ فِي الصَّحْوِ أَوْ تَعْلِيقُ عُمُومِ الْحُكْمِ الْعَامِّ بِهِ فَمَا قَالَهُ مُسْلِمٌ“

“Sesungguhnya kita mengetahui secara pasti dari ajaran Islam bahwa pelaksanaan hal-hal yang berkaitan dengan hilal seperti puasa, haji, masa ‘iddah, ilaa’ (bersumpah untuk tidak mengumpuli isteri pada batas waktu tertentu) dan yang lainnya– pelaksanaan hal-hal tersebut – dengan berita seorang ahli hisab bahwa (hilal) bisa dilihat atau tidak bisa dilihat, tidak boleh.

Nash-nash dari Nabi shallallahualaihi wasallam dalam masalah terkait sangat banyak dan kaum muslimin telah sepakat tentangnya dan tidak pernah diketahui adanya khilaf sama sekali baik dahulu maupun sekarang. Hanya saja, sebagian orang yang belajar fikih yang datang kemudian setelah tiga abad pertama menganggap jika tidak kelihatan hilal, maka boleh bagi ahli hisab untuk mengamalkan hasil hisabnya untuk dirinya sendiri. Jika hisab menunjukan terlihatnya hilal, ia berpuasa dan jika tidak maka tidak boleh.

Pendapat ini, meskipun berkaitan dengan kondisi tertutupnya hilal oleh awan dan husus berlaku bagi ahli hisab, namun pendapat ini syadz (aneh) dan telah didahului oleh ijma’ kesepakatan kaum muslimin yang bertolakbelakang dengannya.

Adapun mengikuti hisab dalam kondisi cuaca cerah atau menggantungkan hukum yang bersifat umum dengannya (dengan hisab), maka tidak ada seorang muslimpun yang berpendapat demikian.( 2)

Perlu ditambahkan di sini, bahwa tidak ada dalil baik dari al-Qur’an, hadits Nabi shallallahualaihi wasallam, ijma’ ulama muslimin dan petunjuk para salaf yang shaleh dari kalangan Sahabat, Tabi’in dan Tabi’ Tabi’in bahwa penentuan awal puasa Ramadhan, idul Fitri dan Idul Adha di tangan pimpinan organisasi.

Semoga tulisan yang sederhana ini dapat membuka hati dan alam pikiran kita untuk lapang mengikuti kebenaran yang berdasarkan pada dalil dan bukan hawa nafsu. Dan semoga kita diberi petunjuk kepada kebenaran, amiin.

Foot Note :
1. Juga penetapan puasa dan idul adha.
2. Majmu’ Fatawa Syaikhul Islam Ibn Taimiyyah 25/132-133, Kami katakan: kecuali beberapa gelintir pemikir beberapa organisasi Islam di Indonesia, hanya kepada Allah kita mengadu keanehan mereka.

 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada September 2, 2011 in ZZ..SUNNAH..ZZ

 

3 SIFAT KHAWARIJ

Oleh : Ustadz Muhammad Abduh Tuasikal

Syaikhuna Syaikh Sholeh Al Fauzan ditanya, “Apakah di zaman ini ada yang masih membawa pemikiran Khawarij?”

Jawab beliau hafizhohullah,

Ya Subhanallah .. Memang benar masih ada di zaman ini. Tidakkah perbuatan seperti ini adalah perbuatan Khawarij?! Yaitu mengkafirkan kaum muslimin. Yang lebih kejam lagi karena pemikiran semacam itu sampai-sampai mereka tega membunuh kaum muslimin dan benar-benar melampaui batas. Inilah madzhab Khawarij. Ada 3 sifat utama mereka:

Mengkafirkan kaum muslimin
Keluar dari taat pada penguasa
Menghalalkan darah kaum muslimin

Inilah model pemikiran Khawarij. Seandainya ada yang dalam hatinya pemikiran semacam itu, namun tidak ditunjukkan dalam ucapan dan perbuatan, tetap ia disebut Khawarij dalam aqidahnya dan pemikirannya.

[Dinukil dari Fatawa Asy Syar’iyyah fil Qodhoya Al ‘Ashriyyah, hal. 86]

***

Fatwa Syaikh Sholeh Al Fauzan di atas menunjukkan bagaimana Khawarij di zaman ini masih ada, bahkan akan terus bermunculan. Kami sengaja mengangkat fatwa tersebut untuk menunjukkan bahwa fenomena pemboman, teror dan kekerasan yang terjadi di negeri kita, tidak lepas dari peran Khawarij. Sifat mereka amat keras, jauh dari ulama, sehingga bertindak seenaknya. Mereka begitu mudah mengkafirkan penguasa. Bahkan para polisi dan tentara sebagai kaki tangan penguasa disebut para pembela thoghut. Maka wajar jika para Khawarij pernah melakukan teror bom bunuh diri di masjid kepolisian di hari barokah, hari Jumat. Itulah latar belakang mereka bisa melakukan pemboman. Awalnya dari pengkafiran, ujung-ujungnya adalah pengeboman.

Salah satu pemimpin besar mereka saat ini telah divonis 15 tahun penjara. Walaupun di balik jeruji, namun pemikirannya tidak bisa terkungkung karena pemikiran rusak Khawarij telah menyebar ke mana-mana khususnya di kalangan para pemuda. Benarlah kata Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam,

سَيَخْرُجُ قَوْمٌ فِى آخِرِ الزَّمَانِ ، حُدَّاثُ الأَسْنَانِ ، سُفَهَاءُ الأَحْلاَمِ ، يَقُولُونَ مِنْ خَيْرِ قَوْلِ الْبَرِيَّةِ ، لاَ يُجَاوِزُ إِيمَانُهُمْ حَنَاجِرَهُمْ ، يَمْرُقُونَ مِنَ الدِّينِ كَمَا يَمْرُقُ السَّهْمُ مِنَ الرَّمِيَّةِ

“Akan keluar pada akhir zaman suatu kaum, umurnya masih muda, sedikit ilmunya, mereka mengatakan dari sebaik-baik manusia. Iman mereka tidak melebihi kerongkongannya. Mereka terlepas dari agama mereka seperti terlepasnya anak panah dari busurnya”. (Muttafaqun ‘alaih).

Tugas kita adalah belajar dan belajar serta terus dekat pada para ulama sehingga kita bisa benar dalam meniti jalan yang ditunjuki oleh Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam dan salaful ‘ummah, generasi emas dari umat ini.

Semoga Allah menjauhkan kita dari pemikiran menyimpang dan menunjuki kita ke jalan-Nya yang lurus. Wallahu waliyyut taufiq.

Riyadh-KSA, 15 Rajab 1432 H (16/06/2011)

http://www.rumaysho.com

 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada Juni 17, 2011 in KHOWARIJ

 

Syi’ah Rafidhah (Kesesatan Pesta Duka Hari Asyuraa)

Oleh : Dr. Ali Musri Semjan Putra, M.A.

Segala puji bagi Allah, Rabb semesta alam. Tiada yang berhak diibadati kecuali Dia semata. Yang telah mengutus para rasul dan menurunkan kitab-kitab demi kebahagian manusia di dunia dan di akhirat kelak. Dia-lah Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang, oleh sebab itu Allah mengharamkan kita menyiksa diri dan menyakitinya.

Shalawat beserta salam kita ucapkan untuk arwah Nabi kita Muhammad shallallahu ’alahi wa sallam, Nabi pembawa rahmat untuk seluruh alam. Nabi yang amat mencintai umatnya, maka terasa berat bagi beliau bila ada suatu urusan yang menyulitkan umat ini.

Semoga selawat juga terlimpah buat keluarga serta para sahabat beliau dan orang-orang yang berjalan diatas jalan mereka sampai hari kemudian.

Para pembaca yang kami muliakan, pada kesempatan kali ini kami mengajak para pembaca untuk menyimpak berbagai keyakinan sesat Syi’ah Rafidhah tentang pesta duka di bumi karbala yang mereka peringati setiap tanggal sepuluh Muharram (hari ‘Asyuraa). Mereka melakukan berbagai bentuk penyiksaan diri dengan benda-benda tajam, sepeti rantai besi, pedang, cambuk, dan lain lain. Hal itu mereka yakini sebagai bukti cinta mereka kepada Ahlu Bait (Keluarga Rasul shallallahu ‘alahi wa sallam). Yang diaplikasikan dalam bentuk kesedihan dan kekecewaan mereka atas terbunuhnya cucu Nabi shallallahu ‘alahi wa sallam Al Husein radhiallahu ‘anhu di tempat tersebut.

Pada tanggal sepuluh Muharram (hari Asyuraa) orang-orang Syi’ah Rafidhah meyakini sebagai hari sial dan membawa celaka. Maka oleh sebab itu mereka mulai dari awal bulan Muharram bahkan selama sebulan mereka tidak melakukan hal-hal penting dalamnya, seperti tidak berpergian, tidak melakukan pernikahan, tidak berhias, tidak memakai pakaian yang bagus, tidak memakan makanan yang enak, dll. Anak yang lahir di bulan Muharram adalah anak yang bernasib sial menurut keyakinan mereka orang-orang Syi’ah Rafidhah.

Secara khusus di hari Asyuraa mereka melakukan ritual yang amat mengerikan dengan menyiksa diri dengan benda-benda keras dan tajam. Hal tersebut dirangsang dengan mendengarkan syair-syair kisah terbunuhnya Husain bin Ali shallallahu ‘alahi wa sallam di padang Karbala yang dikarang sendiri oleh tokoh-tokoh Syi’ah Rafidhah. Kisah tersebut dibumbui dengan berbagai kebohongan serta cacian terhadap para sahabat. Sehingga hal tersebut memancing untuk timbulnya emosional kesedihan serta melakukan penyiksaan diri.
Read the rest of this entry »

 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada Juni 1, 2011 in SYI'AH

 

INGKARUS SUNNAH PERUSAK AL-QUR’AN

Penulis: al-Ustadz Aunur Rofiq bin Ghufron –hafidzohulloh-

Tafsir Ayat:

…. Kami turunkan kepadamu al-Qur’an, agar kamu (Nabi) menerangkan kepada umat manusia apa yang telah diturunkan kepada mereka dan supaya mereka memikirkan. (QS. an-Nahl [16]: 44)

Al-Qur’an dan as-Sunnah adalah dua wahyu yang tidak bisa dipisahkan. Barangsiapa berpegang pada salah satunya saja dengan meninggalkan yang lain, sungguh dia telah tersesat. Ironisnya, ada sebagian kalangan yang merasa cukup dengan al-Qur’an, tidak mau mengambil as-Sunnah. Merekalah kaum Qur’aniyyun alias Inkarus Sunah.

Syaikh Abdul Wahhab bin Abdul Jabbar ad-Dahlawi rohimahulloh berkata: “Musibah yang menimpa kaum muslimin pada zaman sekarang ialah tersebarnya kelompok yang berpegang hanya kepada al-Quran dan menolak hadits Nabi shollallohu alaihi wa sallam yang mutawatir. Musibah ini melanda negeri-negeri Islam, khususnya India. Mereka mempunyai organisasi yang menamakan dirinya “Ahlu al-Qur’an”. Mereka sebarkan pemahaman ini lewat tulisan, brosur, dan majalah India. Akan tetapi, mereka telah dibantah oleh para ulama India, seperti Syaikh as-Sayid Sulaiman an-Nadawi rohimahullohTahqiq . (lihat Tahqiq Ma’na as-Sunnah oleh an-Nadawi: 24).

Betapa banyak ayat al-Qur’an yang butuh penjelasan dari as-Sunnah, seperti ayat sholat, zakat, dan lainnya. Ayat di atas (QS. an-Nahl [16]: 44) menjadi rujukan kami untuk menjelaskan betapa pentingnya kita berpegang kepada as-Sunnah. Mustahil kita bisa mengamalkan al-Qur’an tanpa keterangan dari sunnah Rosululloh shollallohu alaihi wa sallam.

tafsir ayat

Syaikh al-Albani rohimahulloh berkata: “Yang dapat saya pahami dari ayat ini ada dua keterangan:
Read the rest of this entry »

 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada Mei 24, 2011 in INGKAR SUNNAH

 

Al-Qoul Al-Adli Al-Amin fi Mubahatsati As-Syaikh Robi Fi Jalsatihi Ma’a Al-Filasthiniyyin

(Perkataan yang adil dan terpercaya tentang diskusi Syaikh Robi dengan orang-orang Falestina di majlisnya ).

Penulis : Ali Hasan Al-Halabi

.. (Aku Tidak akan memusihimu sebagaimana orang lain memusuhimu, antara diriku dan dirimu adalah ilmu) ..
Ini adalah kata – kata terakhir yang saya ucapkan kepada Syaikh Rabi Bin Hadi – semoga Allah melindunginya – sebelum saya mengucapkan kata salam dan perpisahan – di waktu terakhir saya bertemu dengannya di rumahnya di Mekah, di pertengahan bulan Ramadan tahun (1429), dan hal ini adalah sesuatu yang saya sangat menjaganya sampai saat ini – dan saya meminta kepada Alloh untuk membantu saya dalam hal ini.

Saya telah menyebutkan di artikel sebelumnya « Berlemah lembutlah kepada Syaikh Robi – semoga Allah memberkati Anda ! -» apa yang wajib bagi kita – sebagai salafi – terhadap Syaikh Rabi – semoga Allah melindunginya -, dan yang wajib bagi kita adalah berlemah lembut dan bersikap halus kepadanya walaupun hal itu dalam membantah perkataannya yang kita anggap salah – semoga Allah memberkatinya – karena dia adalah manusia « Membantah dan dibantah ».

Mungkin ini adalah yang pertama kali saya akan menjelaskan di dalamnya – dengan penuh rasa hormat dan penghargaan – dalam menyanggahnya dan menjelaskan kebenaran beserta dalil dan bukti – yang secara jelas mengungkapkan – sebagian dari apa yang dikatakan oleh beliau kepada saya atau koreksiannya kepada saya dan hal itu berdasarkan dari apa yang disebutkan dalam ( Majlis Mahasiswa Falestina ), dan saya berusaha dengan sepenuh kekuatan untuk menjaga pena saya dengan adab ilmu, dan kekuatan argumen – secara bersamaan -.

Dan ini semua – bagi setiap orang yang arif – adalah hak yang syari’ yang kuat. Dan barangsiapa yang menyangka bahwa kekuatan argumen dan kebenaran bertentangan dengan adab ilmu atau penghormatan terhadap ulama maka hendaklah dia menangisi dirinya sendiri, seperti orang yang sesat dan jelek yang mensifatiku dengan zindik hanya karena aku menulis artikel yang telah lalu ( Berlemah lembutlah kepada Syaikh Robi ! ).

Dan saya mengira bahwa syaikh – Semoga Alloh memberikannya taufiq – akan bergembira dengan diskusi yang penuh kecintaan ini, karena hal ini akan membuahkan bagi syaikh – insya Alloh – pembetulan pemahaman yang keliru dan pembetulan kenyataan-kenyataan dan ilmu.

… Dan Allah – Yang Maha Kuasa – berfirman : ( Dan di atas yang mengetahui ada Dzat Yang Maha Mengetahui ) …
Dan aku akan membahas ucapan – ucapan syaikh – semoga Allah melindunginya – dan perkataannya yang membicarakanku, kata demi kata dalam majlis tersebut, dan saya akan menyebutkan kebenaran yang sesuai dengan kenyataan, baik kebenaran itu bagi saya atau bagi syaikh, dan Allah adalah Penolong orang – orang yang benar.
Read the rest of this entry »

 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada Mei 24, 2011 in SALAFIYAH

 

TABLIGH AKBAR : “KONSEKUENSI CINTA KEPADA NABI MUHAMMAD SHALALLAHU ‘ALAIHI WASSALAM” (07 Mei 2011)

HADIRILAH TABLIGH AKBAR
“KONSEKUENSI CINTA KEPADA NABI MUHAMMAD SHALALLAHU ‘ALAIHI WASSALAM”

Insya ALLAH pada
Hari Sabtu 07 Mei 2011
Waktu : 09.00 s/d selesai
Tempat : Masjid Jamii Harapan Jaya, Komp.Harapan Jaya Bekasi Utara
Jl. Krakatau Raya
CP : 087876633530
085218429399

 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada Mei 2, 2011 in ZZ..INFO KAJIAN..ZZ

 

BAHAYA GEGABAH DALAM KAFIR MENGKAFIRKAN

Oleh : Ustadz Badrussalam Lc

Orang yang mudah mengkafirkan kaum muslimin adalah orang yang sedikit wara’ dan agamanya, dangkal ilmu dan bashirahnya, karena mengkafirkan mempunyai konskwensi yang agung dan mengharuskan hukuman dan ancaman yang berat terhadap orang yang dikafirkan diantaranya adalah wajibnya mendapatkan laknat dan kemurkaan, dibatalkan seluruh amalnya, tidak diampuni dosanya, mendapatkan kehinaan dan kebinasaan, kekal dalam api Neraka selama-lamanya, disamping ia harus mencerai istri atau suaminya, berhak dibunuh, tidak mendapat warisan, haram dishalatkan jenazahnya, tidak boleh dikuburkan di pemakaman kaum muslimin dan hukum-hukum lainnya sebagaimana tertera dalam kitab-kitab fiqih.

Munculnya pemboman, teror, dan pembunuhan adalah hasil dari mengkafirkan, karena orang kafir menurut mereka halal darah dan hartanya, sehingga islam terkesan sebagai agama teroris yang tidak mengenal kasih sayang. Oleh karena itu Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam telah memperingatkan bahaya mengkafirkan seorang muslim, beliau bersabda :

وَلَعْنُ الْمُؤْمِنِ كَقَتْلِهِ وَمَنْ رَمَى مُؤْمِنًا بِكُفْرٍ فَهُوَ كَقَتْلِهِ.

“Dan melaknat seorang mukmin sama dengan membunuhnya, dan menuduh seorang mukmin dengan kekafiran adalah sama dengan membunuhnya.” (HR Bukhari).

أَيُّمَا رَجُلٍ قَالَ لِأَخِيْهِ : يَا كَافِرَ فَقَدْ بَاءَ بِهَا أَحَدُهُمَا إِنْ كَانَ كَمَا قَالَ وَإِلاَّ رَجَعَتْ عَلَيْهِ.

“Siapa saja yang berkata kepada saudaranya,” Hai Kafir”. Maka akan terkena salah satunya jika yang vonisnya itu benar, dan jika tidak maka akan kembali kepada (orang yang mengucapkan)nya.” (HR Bukari dan Muslim).

لاَ يَرْمِى رَجُلٌ رَجُلاً بِالْفُسُوْقِ وَلاَ يَرْمِيْهِ بِالْكُفْرِ إِلاَّ ارْتَدَّتْ عَلَيْهِ إِنْ لَمْ يَكُنْ صَاحِبُهُ كَذَلِكَ.

“Tidaklah seseorang memvonis orang lain sebagai fasiq atau kafir maka akan kembali kepadanya jika yang divonis tidak demikian.” (HR Bukhari).

Imam Al Qurthubi berkata,”Bab takfir (kafir mengkafirkan) adalah bab yang berbahaya, banyak orang berani mengkafirkan, merekapun jatuh (dalam kesalahan) dan para ulama besar bersikap tawaquf (hati-hati) merekapun selamat, dan kita tidak dapat membandingkan keselamatan dengan apapun juga.” Read the rest of this entry »

 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada April 27, 2011 in KHOWARIJ

 

APAKAH NEGARA YANG TIDAK BERHUKUM DENGAN HUKUM ISLAM DISEBUT NEGARA KAFIR ?

oleh Ust Badrussalam Lc

Gegabah dalam memvonis sebagai negara kafir seringkali membawa sikap yang merugikan islam, sehingga konskwensinya adalah munculnya pemberontakan dan huru hara, dan yang menjadi korban adalah rakyat jelata yang tak berdosa.

Ketahuilah saudaraku, berhukum dengan selain hukum islam adalah dosa besar yang mendatangkan kemurkaan Allah dan adzabnya, namun tidak setiap yang berhukum dengan hukum selain islam itu dikafirkan kecuali apabila disertai istihlal (meyakini bahwa Allah menghalalkan berhukum dengan selain hukum islam) atau juchud (mengingkari kewajiban berhukum dengan hukum Allah), atau ‘ienad (menentang disertai dengan sombong dan melecehkan).

Adapun apabila ia berhukum dengan selain hukum islam dalam keadaan ia meyakini haramnya perbuatan tersebut tidak dikafirkan sebagaimana yang dikatakan oleh Syaikhul islam terdahulu,”Sesungguhnya seorang hamba apabila melakukan dosa disertai keyakinan bahwa Allah telah mengharamkannya dan meyakini bahwa ketundukan hanya kepada Allah dalam apa yang Dia haramkan dan mewajibkan untuk tunduk kepadanya, maka orang seperti ini tidak dihukumi kafir.”[1]

Dan ini adalah pendapat yang dipegang oleh para ulama islam dari zaman ke zaman kecuali kaum khawarij yang di zaman sekarang ini membawakan perkataan-perkataan para ulama yang bersifat global untuk membela pendapat mereka. Berikut ini saya bawakan sebagian perkataan para ulama islam.

Read the rest of this entry »

 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada April 27, 2011 in KHOWARIJ

 
 
%d blogger menyukai ini: