RSS

Kedhaifan hadits ”Tidurnya orang berpuasa adalah ibadah”

09 Okt

Kedhaifan hadits ”Tidurnya orang berpuasa adalah ibadah”

Bulan ramadhan sebentar lagi, tidak sedikit para khatib menyampaikan hadits bahwa tidurnya orang berpuasa dicatat sebagai ibadah, padahal hadits tersebut merupakan hadits dhaif’ (lemah). Berikut hasil penelitian Syaikh Al-Bani dalam bukunya Silsilatu Ahaaditsu Ad-Dhaifah wal Maudhuah wa Atsarus Sayyi fil Ummah

“Orang yang berpuasa dicatat sebagai orang yang sedang ibadah, kendatipun ia tidur di atas ranjangnya.“

Hadits dhaif. Telah diriwayatkan oleh Tammam, dengan sanad dari Abu Bakar Yahya bin Abdullah bin Az-Zujaj, dari Abu Bakar Muhammad bin Harun bin Bakkar bin Bilal, dari Sulaiman bin Abdurrahman, dari Hasyim bin Abi Hurairah Al-Himshi, dari Hisyam bin Hasan, dari Ibnu Sirin, dari Sulaiman bin Amir Adh-Dhabi yang dimarfu’kannya.

Menurut pendapat saya, sanad riwayat ini dhaif. Riwayat hidup Yahya Az-Zujaj dan Muhammad bin Harun tidak saya dapati telah diutarakan oleh para pakar ‘ulumul hadits. Adapun selain kedua perawi ini semuanya adalah tsiqat (meyakinkan)

Hadits ke 653 dari kitab Silsilatu Ahaaditsu Ad-Dhaifah wal Maudhuah wa Atsarus Sayyi fil Ummah karya Syaikh Al-Bany, edisi terjemahan, Silsilah Hadits Dhaif dan Maudhu jilid-1, cetakan Gema Insani Press

Dipublikasikan oleh : ibnuramadan.wordpress.com

Iklan
 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada Oktober 9, 2008 in ZZ..DHAIF & MAUDHU..ZZ

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: