RSS

RAKYAT ISLAM JAMA’AH DIBOHONGI RAJANYA PULUHAN TAHUN !!!!

16 Okt


(Pendustaan Terhadap Fatwa Syaikh Yahya bin ‘Utsman hafizohullah, pengajar di Al-Masjid Al-Haram Mekah Mukarromah)

Oleh : Ustadz Abu Abdilmuhsin Firanda Andirja

Sungguh… betapa pilu hati ini menghadapi kenyataan yang sangat menyedihkan… jutaan rakyat ISLAM JAMA’AH ternyata telah dibohongi oleh sang raja (Nur Hasan ‘Ubaidah) selama berpuluh-puluh tahun. Lebih memilukan lagi ternyata setelah wafatnya sang raja maka datanglah sang pahlawan dinasti Kerajaan ISLAM JAMA’AH yang bernama Kholil Bustomi yang meneruskan bahkan memperkuat pembohongan terhadap rakyat ISLAM JAMA’AH ini. Sementara selama berpuluh-puluh tahun para rakyat telah membayar pajak wajib sebagai tanda kesetiaan (nyambung) kepada sang raja…!!!!.

Alhamdulillah dengan rahmat Allah mulailah sebagian rakyat ISLAM JAMA’AH (yang masih berakal sehat) mulai meninggalkan kerajaan ISLAM JAMA’AH tersebut, karena kenyataan yang ada -yang tidak bisa dipungkiri- telah menguak kedustaan sang raja.

Sang raja (Nur Hasan Ubaidah) telah mengaku menimba ilmu di kota Mekah Al-Mukarromah, dan belajar dari para ulama Mekah seperti Syaikh Umar Hamdan rahimahullah dan Syaikh Abdud Dzohir Abu Samh rahimahullah dan sang raja telah mengambil metode “mangkul” dari guru-guru sang raja tersebut.

Rakyat yang jeli tentunya tahu bahwa jika memang sang raja jujur maka tentunya pemahaman “mangkul” yang diserukan oleh sang raja pasti banyak tersebar di Arab Saudi, paling tidak banyak tersebar di kota Mekah Al-Mukarromah. Akan tetapi kenyataannya tidak seorangpun syaikh –apalagi ulama- di kota Mekah yang berpemahaman seperti sang raja….??!!!

TIDAK SEORANGPUN !!!!!, dan saya mengajak rakyat ISLAM JAMA’AH untuk meminta pihak kerajaan ISLAM JAMA’AH untuk membuktikan satu saja dari para ulama Arab Saudi yang berpemahaman sebagaimana pemahaman sang raja Nur Hasan Ubaidah !!!!.

Kalau dulu rakyat sangat mudah dibohongi oleh raja dan pihak kerajaan… tentunya di zaman sekarang –dengan begitu mudahnya sarana komunikasi, tersebarnya hp dan internet- tentunya para rakyat bisa mengecek kedustaan sang raja selama ini.

Terlebih lagi menurut pengakuan pihak Kerajaan ISLAM JAMA’AH bahwasanya metode “mangkul” tersebar bukan hanya di Mekah dan Madinah, bahkan di Jazirah Arab. Kholil Bustomi berkata :

Jika perkaranya sebagaimana yang dipropagandakan oleh Kholil Bustomi bahwasanya metode mangkul tersebar di Mekah dan Madinah maka tentunya Universitas Ummul Quro di Mekah dan Universitas Islam Madinah akan menyebarkan system mangkul, dan tentunya akan sangat banyak mahasiswa yang menjadi rakyat ISLAM JAMA’AH ???!!!

PINTARNYA SANG RAJA

Sang raja Nur Hasan Ubaidah memang pandai dalam proses membodohi rakyatnya. Sebuah taktik jitu yang selalu dipropagandakan oleh sang raja agar para rakyat senantiasa dibohongi :

Taktik jitu tersebut adalah Sang raja melarang rakyatnya untuk menimba ilmu dari siapapun juga dari luar kerajaan, betapapun tinggi ilmunya, karena orang di luar kerajaan tidak mengambil ilmu dengan metode “mangkul” ala sang raja Nur Hasan ‘Ubaidah.

Dengan menanamkan doktrin ini kepada para rakyat maka sang raja benar-benar menjadikan para rakyat seperti katak dalam tempurung…, benar-benar tidak mengetahui dunia luar…!!!. Sehingga dengan demikian para rakyat akan terus terbius dengan kedustaan sang raja, dan mereka tidak akan pernah sadar-sadar.

METODE BUDI LUHUR (baca “NGAPUSI”) !!!

Ada taktik lain yang tidak kalah jitu dalam menjerat para rakyat agar mereka terus terperangkap dalam “tempurung katak”. Yaitu metode budi luhur. Yaitu agar cara ibadah dan pemikiran para rakyat Kerajaan ISLAM JAMA’AH tidak diketahui oleh orang-orang luar Kerajaan maka sang raja mengajarkan dan mendoktrin kepada rakyatnya agar pandai berdusta (yang kalau dalam bahasa jawa disebut NGAPUSI). Dan metode ngapusi ini diberi nama oleh sang raja dengan nama yang indah, yaitu “Budi Luhur”. Penamaan indah ini tentunya punya tujuan, yaitu agar para rakyat tidak ragu-ragu untuk melancarkan aksi ngapusi ini, dan agar para rakyat meyakini bahwa taktik “ngapusi” ini adalah ibadah yang harus mereka lakukan !!!!.

Dengan bertopeng metode budi luhur ini (baca “Ngapusi”) maka menutup para rakyat untuk berdialog dengan pihak luar Kerajaan. Karena setiap ada pihak luar yang ingin berdialog dengan para rakyat tentang pemikiran Kerajaan ISLAM JAMA’AH maka para rakyat dengan mudahnya menghindar, dan berdusta seakan-akan mereka tidak sebagaimana yang dituduhkan oleh masyarakat, dan para rakyat selalu berusaha menutup-nutupi pemikiran mereka.

Sungguh sang raja sungguh cerdas –sebagaimana yang dilontarkan oleh Kholil Bustomi-, yaitu cerdas dalam menjaga para rakyat agar terus terjerat dalam tempurung katak, sehingga terus terlena dalam biusan kedustaan yang dihembuskan oleh sang raja.

Metode “ngapusi” ini sangat mirip dengan metode “taqiyyah” yang dipropagandakan oleh sekte Syi’ah yang sesat.

Apakah para rakyat tidak sadar…. Dan apakah mereka tidak kritis dan berpikir… bukankah meskipun selama ini mereka melancarkan metode “ngapusi” ini kepada masyarakat pihak luar Kerajaan…, ternyata selama ini justru merekalah (rakyat ISLAM JAMA’AH) yang telah menjadi korban metode “ngapusi” yang dilancarkan oleh sang raja Nur Hasan ‘Ubaidah.

TERNYATA PEMAHAMAN SANG RAJA SAMA SEKALI TIDAK TERDAPAT PADA SEORANG GURUPUN YANG ADA DI DARUL HADITS AL-MAKKY

Sang raja mengaku-ngaku telah berguru kepada Syaikh Abdud Dzohir Abu Samah. Berikut penuturan Kholil Bustomi:

Ternyata syaikh Abu Samah Abdud Dohir tersebut adalah salah satu pendiri Daarul Hadiits Al-Khoairiyyah di kota Mekah Al-Mukarromah. Hal ini bisa dilihat di (http://dar-alhadith.com/index.php?action=pages&id=12).

Karenanya Kholil Bustomi memuji Syaikh Abud Dzohir Abu Samah rahimahullah setinggi langit. Kholil berkata :

Penuturan Kholil ini tentunya merupakan kedustaan, jika seandainya suara Abdud Dohir Abu Samh bisa kedengaran hingga di Aziziah yang berjarak 1 km maka tentunya hal ini merupakan keajaiban yang tersebar santero dunia, mengingat beliau adalah Imam Masjidil Haraam. Akan tetapi ini hanya kedustaan belaka !!!

Dan diantara desas-desus yang tersebar di kalangan ISLAM JAMA’AH bahwasanya sang raja dulu belajar di Daarul Hadiits di Mekah Al-Mukarromah.

Ternyata tidak seorangpun dari para syaikh para pendiri Daarul Hadits yang berpehamahan seperti pemahaman sang raja Nur Hasan Ubaidah. Bahkan tidak seorangpun dari murid-murid mereka yang berpemahaman demikian. Bahkan tidak seorangpun syaikh di Mekah yang berpemahaman seperti sang raja.

Bahkan tidak seorang syaikh pun di Arab Saudi yang berpemahaman seperti sang raja !!!.

Pada tahun 1405 Hijriyah (sekitar tahun 1985 M), pembentukan kembali sturktual pengaturan Darul Hadits dibawah petunjuk dan bimbingan Syaikh Abdul Aziiz bin Baaz rahimahullah. Dan ternyata Syaikh Bin Baaz tidak berpemahaman seperti pemahaman sang raja, bahkan tidak seorangpun murid syaikh Bin Baaz yang berpemahaman seperti sang raja.

Bahkan mudir/pimpinan Daarul Hadits saat ini yaitu syaikh DR Sulaiman bin Wail At-Tuwaijiri hafidzahullah juga tidak berpemahaman seperti pemahan sang raja !!!

Lantas darimanakah pemahaman mangkul sang raja Nur Hasan dapatkan??!!

KHOLIL BUSTOMI MELANJUTKAN PROGRAM SANG RAJA

Ternyata beberapa tahun silam datanglah utusan kerajaan ISLAM JAMA’AH yang bernama Kholil Busthomi ke kota Mekah Al-Mukarromah untuk menimba ilmu dan menelusuri para guru yang diaku-akui oleh sang raja. Tentunya Kholil selama bertahun-tahun di Mekah sadar bahwasanya para syaikh dan guru apalagi ulama yang ada di kota Mekah (terutama di Al-Masjid Al-Haroom) rata-rata berpemahaman salaf. Dan tidak seorangpun yang berpemahaman seperti pemahaman ngapusi sang raja.

Jika Kholil mengungkapkan hal ini kepada pihak kerajaan maka akan timbul geger besar…, apalagi jika sampai tersebar di kalangan rakyat ISLAM JAMA’AH, tentunya bisa mengakibatkan pemberontakan dan runtuhnya Kerajaan Dinasti ISLAM JAMA’AH.

Karenanya Kholilpun nekat melakukan budi Luhur (baca dusta=ngapusi), Kholil pun NEKAT MEREKAYASA FATWA ULAMA !!!!

SYAIKH YAHYA BIN ‘UTSMAN PENGAJAR DI MASJIDIL HARAM

Beliau adalah seorang syaikh yang sangat diagungkan oleh Kholil dan dinasti Kerajaan Islam Jamah. Berikut ini saya nukilkan penuturan Kholil yang dituturkan kembali oleh pihak Kerajaan yang mendengarkan ceramah Kholil tentang perjalanannya di kota mekah AL-Mukarromah:

Bahkan Kholil menjelaskan kenapa mereka ISLAM JAMA’AH sangat menghormati Syaikh Yahya bin ‘Utsman ini.

Adapun transkrip ceramah tersebut yang dibagi-bagikan secara resmi di pemerintah pusat kerajaan ISLAM JAMA’AH di kediri pada para dai ISLAM JAMA’AH bisa di download di link berikuti:

1. http://www.box.com atau

2. link1.

Berdasarkan informasi salah seorang bekas dai Islam Jama’ah bahwasanya :

((hasil pertemuan antara kholil dan syaikh yahya di sampaikan oleh kholil tahun 2003 di gedung DMC lantai 4 pondok kediri jatim saat acara daerahan timur kejaan islam jamaah))

Untuk melancarkan program budi luhur (ngapusi) yang telah ditanamkan puluhan tahun oleh sang raja Nur Hasan Ubaidah maka Kholil nekat berdusta, dan mengesankan kepada rakyat ISLAM JAMA’AH bahwasanya Syaikh Yahya bin ‘Utsman sejalan dan sepemahaman dengan pemahaman Nur Hasan Ubaidah Raja dinasti kerajaan ISLAM JAMA’AH.

Kholil pun menukil fatwa-fatwa dari Syaikh Utsman, lalu fatwa tersebut disebarkan dikalangan para dai ISLAM JAMA’AH … akan tetapi ternyata semuanya hanyalah REKAYASA dan… NGAPUSI belaka.

Ternyata Syaikh Yahya bin ‘Utsman seorang SALAFY !!!!!

Berikut ini kami cantumkan pernyataan transkrip dari dialog yang kami lakukan dengan Syaikh Yahya bin Utsman yang menguak kedustaan Kholil Bustomi.

بسم الله الرحمن الرحيم

السلام عليكم ورحمة الله وبركانه

الحمد لله والصلاة والسلام على من لا نبي بعده وآله وصحبه أجمعين، وبعد.

Kami para mahasiswa Indonesia program pasca sarjana di Universitas Islam Madinah (Islamic University of Madina / الجامعة الإسلامية بالمدينة المنورة):

1. Firanda Andirja bin ‘Abidin (mahasiswa jurusan ‘aqidah tingkat doktoral)

2. Musyaffa’ Haji Rodhi Nur Hadi ( mahasiswa jurusan ushul fikh tingkat magister )

3. Sanusin Muhammad Yusuf ( mahasiswa jurusan tarbiyah tingkat magister )

4. Muhammad Haikal Basyrohil (mahasiswa jurusan ilmu hadits tingkat magister )

5. Ruslan Dzuardi ( mahasiswa jurusan ushul fikh tingkat magister )

6. Nuruddin Muhammad Fattah ( mahasiswa jurusan aqidah tingkat magister universitas Ummal Quro Mekah)

Kami menyatakan bahwasanya :

Kami telah berkumpul bersama Fadhilah Syaikh Yahya bin ‘Utsman pengajar di Masjidil Haram di kota Mekah Al-Mukaaromah (المدرس في المسجد الحرام بمكة المكرمة) pada hari sabtu sore menjelang magrib pada tanggal 1/5/1433 hijriyah bertepatan dengan tanggal 24/3/12012 masehi di Masjidil Haram di kota Mekah Al-Mukarramah. Kami telah meminta fatwa kepada beliau tentang beberapa permasalahan yang berkaitan dengan sebagian saudara kami yang bernisbah kepada sebuah jama’ah yang dinamakan dengan “Islam Jama’ah”.

Alhamdulillah kami telah merekam tanya jawab kami dengan As-Syaikh Yahya bin ‘Utsman hafidzohullah. Berikut ini transkrip tanya jawab tersebut disertai terjemahannya :

تقول السائلةُ : الحمد لله والصلاة والسلام على رسول الله وعلى آله وصحبه أجمعين, أما بعد

فإني المدعوة بـ: فُلاَنَة (Ar….i), منذ 18 سنة قد دخلتُ في حركة الدعوة الإسلامية الموسومة بـ “إسلام جماعة” بإندونيسيا التي أَسَّسَها الشيخ نور حسن عبيدة سنة 1941 م, وهو أمير الجماعة. وقد ادَّعى أنه درس بمكة لمدة 10 سنوات في معهد دار الحديث المكي, وتَتَلْمَذَ على الشيخ عمر حمدان رحمه الله, وقد أخذ الإجازةَ منه.

وبعد وفاة المؤسِّس, يأتي بعده ولدُه عبدُ العزيز سلطان أميرًا أو إمامًا لهذه الجماعة. وأرسل صِهْرَه المدعو بـ خَلِيْل بِسْطَامِي إلى مكة للدراسة على مشايخ الحرمين، منهم: فضيلتُكم الشيخ المكرم يحيى بن عثمان حفظكم الله. وبعد معايشتي لهذه الجماعة سنين طويلةً, قد لاحظتُ في هذه الجماعة أمورًا جَعَلَتْنِي أَتَسَاءَلُ دائِمًا عن حقيقتها, وهي:

penanya berkata:

الحمد لله والصلاة والسلام على رسول الله وعلى آله وصحبه أجمعين, أما بعد

Saya bernama Er xxxx . Saya telah masuk ke dalam gerakan dakwah islamiyah yang dikenal dengan nama “Islam Jama’ah” di Indonesia sejak 18 tahun yang lalu, yang didirikan oleh Syaikh Nurhasan ubaidah pada tahun 1941 M. Dan dia adalah amir jama’ah ini, dia mengaku telah belajar di Mekah selama 10 tahun di Ma’had Darul Hadits Mekah, dan telah menjadi murid dari syaikh Umar Hamdan rahimahullah serta telah mendapatkan ijazah darinya.

Setelah meninggalnya sang pendiri, maka kemudian berikutnya anaknya Abdul Aziz Sulton menjabat sebagai amir atau imam jama’ah ini. Dan dia mengutus keluarganya yang bernama Kholil Busthomi ke kota Mekah untuk belajar kepada para masyayikh haramain, diantaranya adalah anda As-Syaikh Al-mukarram Yahya bin ‘Utsman hafidhokumullah.

Dan setelah bertahun tahun lamanya aku hidup pada jama’ah ini, maka aku perhatikan bahwa di dalam jama’ah ada beberapa perkara yang membuatku selalu bertanya-tanya tentang kebenarannya, perkara-perkara tersebut yaitu:

أولاً: تَنْبَنِي هذه الجماعة على تنظيم سري بمبايعة سرية على إمام سري في دولة إندونيسيا, مع أن الحكومة الإندونيسية قائمة. هل هذا العمل صحيح موافق للكتاب والسنة؟.

Pertama: jama’ah ini dibangun diatas organisasi rahasia, dengan bai’at rahasia kepada imam rahasia di negara Indonesia, sementara pemerintah Indonesia berdiri tegak. Apakah perbuatan ini benar sesuai dengan al-kitab dan as-sunnah?

قال فضيلة الشيخ حفظ الله: هذا غير صحيح, هذا غير صحيح لأن الخروج على الإمام من الكبائر, الرسول عليه الصلاة والسلام حذَّر من الخروج على الإمام, يقول النبي ج أوصيكم بتقوى الله والسمع والطاعة وإن تأمر عليكم عبد حبشي, فإنه سيكون أمور تنكرونها. فالخروج على الإمام, الإمام المسلم, هذا لا يجوز, لأنه فتنةٌ وفسادٌ

Fadhillatus syaikh Yahya bin ‘Utsman hafidhahullah menjawab:

“Ini tidak benar, ini tidak benar karena keluar/membelot dari seorang imam/pemimpin termasuk dosa besar. Rosulullah shollallohu ‘alaihi wasallam telah memperingatkan untuk tidak khuruj (keluar/membelot) terhadap seorang imam, beliau shollallohu ‘alaihi wasallam bersabda: “Aku wasiatkan kepada kalian untuk bertaqwa kepada Allah dan mendengar serta ta’at meskipun yang menjadi pemimpinmu (yang menguasaimu-pen) adalah seorang budak habsy. maka bahwasanya akan ada berbagai perkara yang kalian akan mengingkarinya” , maka khuruj terhadap seorang imam, imam yang muslim, ini tidak boleh, karena khuruj tersebut adalah fitnah dan kerusakan.”

ثانيًا: هل إذا خرجتُ أَنَا وفارقتُ هذه الجماعة وتركتُ البيعة ولم أُقِرَّ بإمامِها, هل أَصِيْرُ مُرْتَدَّةً خارجةً عن الإسلام وأكون من أهل النار؟

قال فضيلة الشيخ حفظ الله: هذا غير صحيح, هذا غير صحيح, لأن بيعة الإمام الأول هو صحيح.

الإمام الأول هو أمير إندونيسيا، رئيس إندونيسا؟

قال فضيلة الشيخ حفظ الله : نعم، لا يجوز الخروج على الإمام المسلِم

Kedua: apakah bila aku keluar memisahkan diri dari jama’ah ini dan aku juga meninggalkan bai’at ini serta aku tidak lagi mengakui keimamannya, apakah aku menjadi orang yang murtad keluar dari islam dan aku termasuk penghuni neraka?

Fadhilatu as-syaikh hafidhahullah berkata : “Ini tidak benar ini tidak benar, karena baiat imam yang pertama itulah yang benar”

apakah imam yang pertama dia adalah amir indonesia, presiden indonesia?

Fadhilatu as-syaikh hafidhahullah berkata : “iya tidak boleh keluar dari serang imam yag muslim”

ثالثا: ومما أشكل عليَّ، أنه إذا أذنب أو أخطأ أحد المنتسبين إلى هذه الجماعة, حيث خالف نِظامًا من أنظمة الجماعة, يجب عليه أن يتوب إلى الله بتوبة نصوحة ويكتب توبته في ورقةٍ يُقَدِّمُها إلى الأمير, ثم أوجب الأمير عليه كفارةً مناسبةً يجب تنفيذها لقبول توبته. وهذه الكفارة مثل: الصدقة أو صلاة التسبيح أو صوم يوم الإثنين والخميس أو الاستغفار ألف مرة

ketiga: diantara yang menjadi problema bagiku, bahwa bila salah seorang anggota jama’ah ini, sekiranya dia melanggar peraturan dari beberapa peraturan jama’ah, maka wajib baginya untuk bertaubat kepada Allah dengan taubat nashuha serta menulis taubatnya pada selembar kertas dan memberikannya kepada amir kemudian amir mewajibkan kafarah yang setimpal yang wajib untuk ditunaikan agar taubatnya diterima, misalnya: shodaqoh atau sholat tashbih atau puasa hari senin dan kamis atau membaca istighfar seribu kali.

قال فضيلة الشيخ حفظ الله: هذا ما ورد, وإنما باب التوبة مفتوح, يستغفر الله, فيغفر الله سبحانه وتعالى. هذا ما ورد وغير صحيح

Fadhilatu as-syaikh hafidhahullah berkata : “Ini tidak ada dasarnya, bahwasanya pintu taubat terbuka, dia meminta ampunan kepada Allah, maka Allah subhana wata’ala akan mengampuninya. Ini tidak ada dasarnya dan tidak benar”

رابعًا: قد ادعى مؤسس الجماعة (الشيخ نور حسن عبيدة) أنه أَخَذَ العلْمَ الشَّرْعِيَّ بطريقة “المنقول”, ويقصد بذلك أنه أخذ العلوم الدينية بإسناد متصل إلى رسول الله صلى الله عليه وسلم على أيدي مشايخ مكة, وبالتالي ألزم علينا أن لا نأخذ العلم إلا من أساتذتنا في هذه الجماعة, حيث قد تَلَقَّوْا العلم من المؤسس بطريقة المنقول. ولذا حرَّم علينا قراءة الكتب الإسلامية والسماع عن أحدٍ –مهما بلغ علمُه- إذا كان من خارج الجماعة.

Keempat: pendiri jama’ah ini yaitu syaikh Nurhasan Ubaidah mengaku telah mendapatkan ilmu syar’i dengan metode manqul, maksudnya adalah bahwa dia telah mendapatkan ilmu agama dengan isnad yang bersambung sampai kepada Rasulullah shollallohu ‘alaihi wasallam dari tangan-tangan masyayikh Mekah, oleh karenanya dia melazimkan kepada kami untuk tidak mengambil ilmu kecuali dari ustadz-ustadz kami di jama’ah ini, karena para ustadz kami telah bertalaqqi (mengambil ilmu) dari sang pendiri (Nur Hasan Ubaidah) dengan metode manqul, karenanya haram bagi kami membaca kitab-kitab islam serta mendengar dari seseorang –betapapun tinggi ilmunya – jika dia dari luar jama’ah ini

قال فضيلة الشيخ حفظ الله: هذا أيضا غير صحيح, فالعلم يؤخذ من كل من عنده علم من الكتاب والسنة والعلم الصحيح, هذا يؤخذ من كل مسلم, ليس لجماعة مخصوصة.

Fadhilatu as-Syaikh hafidhahullah berkata : “Ini juga tidak benar, ilmu itu diambil dari setiap orang yang memiliki ilmu dari al-qur’an dan as-sunnah serta ilmu yang benar, ilmu ini diambil dari setiap muslim, bukan oleh jama’ah tertentu saja”

إذا كان ليس له إسناد متصل إلى مؤلفي كتب الحديث؟

Bila dia tidak memiliki isnad yang bersambung kepada penulis kitab hadits?

قال فضيلة الشيخ حفظ الله: إذا كان علمُه موافقاً للكتاب والسنة نأخذه

Fadhilatu as-syaikh hafidhahullah berkata : “Bila ilmunya sesuai dengan al-qur’an dan as-sunnah maka kita ambil”

خامسا: نحن نعيش في دولة إندونيسيا, وحاكمها لا يحكم بما أنزل الله, وهذا الحاكم قد انتُخِب بطريقة الانتخابات الديمقراطية المعروفة. فهل يجب علينا كَرَعِيَّةٍ أن نطيعه فيما وافق حكم الله؟ وهل هذا الحاكم يعتبر وَلِيًّا لأمر المسلمين بإندونيسيا؟

Kelima: kami hidup di negara Indonesia, sementara penguasanya tidak berhukum dengan apa yang Allah turunkan, dan penguasa ini telah dipilih dengan sistem pemilihan umum demokrasi yang telah dikenal, apakah wajib bagi kami sebagai rakyat untuk mentaatinya selama sesuai dengan hukum Allah?

dan apakah penguasa seperti ini dianggap sebagai waliyu al-amri muslim di indonesia?

قال فضيلة الشيخ حفظ الله: ما زال المسلمون بايعوه, فالسمع والطاعة, لأن الخروج عليه يُسَبِّبُ فتنة, والفتنة ممنوعة, فالواجب يُنصحون باللين والأدب, والله الهادي وهو أرحم الراحمين.

Fadhilatu as-syaikh hafidhahullah berkata : “Selama kaum muslimin membaiatnya maka hendaknya mendengar dan ta’at, karena khuruj (membelot) kepadanya akan menyebabkan timbulnya fitnah, dan fitnah itu terlarang. Maka yang wajib adalah mereka (para penguasa) dinasihati dengan cara lemah lembut dan beretika. Dan Allah-lah Yang memberi petunjuk dan Dialah Yang Maha Penyayang

Penanya,

Tertanda :

Penanya

———————————-


Berikut ini pertanyaan yang kami –para mahasiswa program pasca sarjana- sampaikan kepada Syaikh Yahya bin ‘Utsman hafidzohullah. Adapun transkrip pertanyaan dan jawaban antara kami dan Syaikh adalah sebagai berikut:

فضيلتكم هناك فتاوى تنسب إليكم تؤيد مذهبهم !

قال فضيلة الشيخ حفظه الله : لا، لا !!

Syaikh yang mulia, ini ada fatwa yang dinisbatkan kepada anda yang mendukung madzhab mereka !!

Fadhilatu as-syaikh hafidhahullah berkata : “Tidak, tidak !!

نفيد فضيلتكم, بأنه قد وقعتْ في أيدينا أوراقٌ فيها أسئلة وُجِّهَتْ إليكم, من قِبَلِ المدعو بِـ خليل بسطامي مع أجوبتكم عنها. وقد تُرجِمَتْ هذه الأسئلة وأجوبتها إلى اللغة الإندونيسية.
وبعد قراءة هذه الأوراق بِتَمَعُّنٍ, لاحظنا نحن -طلاب الدراسات العليا بالجامعة الإسلامية- عدمَ الأمانة في ترجمة جوابكم, حيث حُمِّل إلى ما لا يحتمل وفق عقيدة السائل المدعو بـ خليل بسطامي. وإليكم تفاصيل ذلك:

Kami memberitahukan kepada Fadilatus Syaikh bahwasanya kami telah mendapatkan lembaran yang isinya terdapat pertanyaan-pertanyaan yang disampaikan oleh seorang yang bernama Kholil Busthomi kepada anda, dan juga terdapat jawaban anda tentangnya. Tanya jawab ini telah diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia.

Setelah membacanya dengan teliti maka kami (mahasiswa di jami’ah islam madinah) menemukan ketidak-amanahan di dalam menterjemahkan jawaban anda, yang mana jawaban anda dibawakan pada bukan tempatnya untuk menyesuaikan aqidah si penanya yang bernama Kholil Busthomi.

Berikut ini kami sampaikan kepada anda rinciannya:

أولا: ترجم جوابكم في معنى قوله عليه الصلاة والسلام: ((فمات ميتة جاهلية)) تَرْجَمَه بالترجمة التالية: “أي مات كموت أهل الجاهلية حيث دخل النار”.
مع أن فضيلتكم قد قلتم في جوابكم فمات ميتة جاهلية يعني: أنه مثل أهل الجاهلية, لأنهم كانوا فوضى لا إمام لهم.
قال فضيلة الشيخ حفظه الله : نعم, نعم, ترجمته خطأ,
حيث جزم بدخول النار؟.
قال فضيلة الشيخ حفظه الله : نعم، نعم

Pertama: Ia menterjemahan jawaban anda tentang makna sabda Rasulullah shollallohu ‘alaihi wasallam (maka dia mati seagaimana kematian jahiliyah) diterjemahkan: “yakni seperti matinya ahli jahiliyah yang mana dia masuk neraka” Padahal yang mulia syaikh anda telah berkata pada jawaban anda, “maka dia mati seperti mati jahiliyah, maksudnya bahwa dia seperti ahli jahiliyah karena mereka tercerai berai karena mereka tidak memiliki imam”.

Fadhilatu as-syaikh hafidhahullah berkata : “Ya ya terjemahannya salah”

Kesalahan terjemahannya yaitu ditetapkan masuk kedalam neraka.

Fadhilatu as-syaikh hafidhahullah berkata : “Iya, iya”

ثانيا: استدل بقولكم في الجواب: “بلادكم إمامكم, وهؤلاء أهل مصر بلادهم إمامهم في بلادهم” على جواز تكوين الإمارة في بلادنا إندونيسيا مع أن الحكومة الإندونيسية قائمة. ونحن نشك أن هذا الجواب من قولكم لأن في الكلام ركاكة.
قال فضيلة الشيخ حفظه الله : هذا غير صحيح, هذا غير صحيح.
أي : لا يجوز إقامة الإمارة ودولة إندونيسيا قائمة؟
قال فضيلة الشيخ حفظه الله : نعم، نعم

Kedua : Ia berdalil dengan jawaban anda: “negaramu imammu, mereka itu penduduk negeri dengan Negara mereka imam mereka di Negara mereka” atas bolehnya membentuk keamiran/keimaman di Negara kita Indonesia padahal pemerintah Indonesia telah tegak. Sebenarnya kami meragukan bahwa jawaban ini dari ucapan anda, karena ungkapan bahasa Arabnya tidak teratur.

Fadhilatu as-syaikh hafidhahullah berkata : “Ini tidak benar, ini tidak benar”

Maksudnya, tidak diperbolehkan mendirikan keimaman sementara Negara Indonesia telah berdiri?

Fadhilatu as-syaikh hafidhahullah berkata : “Iya, iya”

ثالثا: ادعى خليل أنه سألكم بالسؤال التالي: (لكن في بلادنا يا شيخ ننصب الإمام بالسر لأن أكثرهم أهل البدعة, كما قد فعل رسول الله عليه الصلاة والسلام في ليلة العقبة في بيعة الصحابة, يعني بالسر من أعين الكفار)

وادعى –خليل- أنكم أجبتم بالجواب التالي: (لابد إمام المسلمين, يعني المسلمون يبايعون إماما, الله يوفقنا وإياكم لما يحب ويرضى).

ثم تَرْجَمَ جوابكم هذا بالترجمة التالية: لا بأس بنصب الإمام سرا, لأن المسلمين لا بد أن يبايعوا إماما, وإن كان بطريقة سرية.

قال فضيلة الشيخ حفظه الله : هذا خطأ, ما قلتُ أنا هذا, الله المستعان.

Ketiga : Dan kholil mengaku bahwa dia telah bertanya kepada anda sebagai berikut: (akan tetapi di negara kami ya syaikh kami mendirikan imam dengan rahasia karena kebanyakan mereka adalah ahli bid’ah, sebagai mana yang telah dilakukan oleh rosulullah shollallohu ‘alaihi wasallam di malam aqabah saat membaiat sahabat yakni dengan cara rahasia dari pengawasan orang-orang kafir)

Dan kholil juga mengaku bahwa anda menjawabnya dengan jawaban berikut : (yaitu teks arab jawaban syaikh sbb لابد إمام المسلمين, يعني المسلمون يبايعون إماما, الله يوفقنا وإياكم لما يحب ويرضى (yang terjemahannya sbb : “Harus ada imam muslimin yakni kaum muslimin berbaiat kepada seorang imam, semoga Allah menetapkan kami dan kalian pada apa-apa yang Dia cintai dan ridhoi”)

Kemudian jawaban anda di atas diterjemahkan sebagai berikut: “Tidak mengapa mengangkat seorang imam dengan rahasia, karena kaum muslimin harus membaiat seorang imam meskipun dengan cara sembunyi-sembunyi”.

Fadhilatu as-syaikh hafidhahullah berkata : “Ini salah, aku tidak pernah mengatakan ini, Allahu al-musta’an”

رابعًا: نقل الفتوى منكم, أنكم لم تُجِزْ تلقي العلم الشرعي, من شيخ ليس له إسناد متصل إلى مؤلف كتب الحديث.

قال فضيلة الشيخ حفظه الله : لا, لا, ما قلته, إذا كان يدعو إلى الكتاب والسنة يقبل منه أياًّ كان

وإن كان ليس له إسناد؟

قال فضيلة الشيخ حفظه الله : نعم، نعم

Keempat: Ia menukil/mengutip fatwa dari anda, bahwasanya anda tidak memperbolehkan mengambil ilmu syar’i dari seorang guru/syaikh yang tidak memiliki isnad yang bersambung kepada penulis hadits

Fadhilatu as-syaikh hafidhahullah berkata : “Tidak, tidak, aku tidak penah mengatakannya, jika dia mendakwahkan kepada al-kitab dan as-sunnah maka diterima siapapun dia”

Meskipun dia tidak memiliki isnad?

Fadhilatu as-syaikh hafidhahullah berkata : “Iya, iya”

خامسًا: قال خليل في سؤاله: “ونحن في أرض الكفار, لا نستطيع أن نقطع يد السارق وجلد الزاني”. فضيلتكم هل صحيح, أن أرض إندونيسيا أرض الكفار؟
قال فضيلة الشيخ حفظه الله : لا ، لا, هذا غير صحيح, المسلمون يصلون ويصومون, الله يهدينا ويهديهم, لا حول ولا قوة إلا بالله, الله يهديهم, الله يهديهم.

Kelima: di dalam pertanyaannya, kholil bekata: ” Dan kami berada di Negara kuffar, kami tidak mampu untuk memotong tangan pencuri dan menyebat penzina”.

Yang mulia, apakah ini benar, bahwa Negara Indonesia adalah Negara kuffar?

Fadhilatu as-syaikh hafidhahullah berkata : “Tidak, tidak, ini tidak benar, (mereka) adalah orang-orang muslim, mereka masih sholat dan berpuasa, semoga Allah memberikan petunjuk kepada kita dan mereka, la haula walaa quwwata illa billah, semoga Allah memberikan petunjuk kepada mereka, semoga Allah memberikan petunjuk kepada mereka”

هذه الفتاوى يا فضيلة الشيخ, هل حصل بينه وبينكم سؤال وجواب؟ هذا تقريبا منذ سنوات ماضية؟
قال فضيلة الشيخ حفظه الله : هذا غير صحيح, أنا ما عندي إلا درسنا في الحرم

Fatwa ini, Wahai syaikh yang mulia, apakah pernah terjadi soal jawab antara anda dengan Kholil? Ini terjadi kira-kita beberapa tahun yang lalu?

Fadhilatu as-syaikh hafidhahullah berkata : “Ini tidak benar, tidak ada bagiku kecuali hanya mengajar di al-haram saja”.

ما نصيحتكم لأصحاب هذه الجماعة، لأنهم يحبونكم ؟:
قال فضيلة الشيخ حفظه الله : الواجب علينا اتباع القرآن الكريم, واتباع الرسول ج, واتباع السلف الصالح, الصحابة رضي الله عنهم, والتابعون رحمهم الله, وأتباع التابعين ومن سلك طريقهم, هذا هو الإسلام, وهذا هو الذي أمرنا الله به.

Apa nasehat anda untuk pengikut jama’ah ini, karena mereka mencintai anda?

Fadhilatu as-syaikh hafidhahullah berkata : “Wajib bagi kita mengikuti al-qur’an al-karim dan mengikuti rosulullah shollallohu ‘alaihi wasallam dan juga mengikuti as-salaf as-sholih, yaitu para sahabat rodhiallohu ‘anhum, para tabi’im rohimahumullah, dan tabi’i at-tabi’in serta orang-orang yang meniti jalan mereka, inilah islam, dan inilah yang Allah perintahkan kepada kita”

فضيلة الشيخ، فهل تنصحون أتباعَ هذه الجماعة أن يخرجوا من هذه الجماعة؟
قال فضيلة الشيخ حفظه الله : عليهم أن يرجعوا إلى الحق, إلى الكتاب والسنة, التفرُّق مذموم
ويتركون هذه الجماعة؟
قال فضيلة الشيخ حفظه الله : نعم، نعم، الله يهدينا ويهديهم
آمين آمين،

Fadhilatus Syaikh, apakah engkau menasehatkan kepada para pengikut jama’ah ini untuk meninggalkan jama’ahnya?

Fadhilatu as-syaikh hafidhahullah berkata : “Wajib bagi mereka untuk kembali pada al-haq, kepada kitabillah dan sunnah, perpecahan itu tercela”

Yaitu hendaknya mereka meninggalkan jama’ah ini?

Fadhilatu as-syaikh hafidhahullah berkata : “Iya, iya semoga Allah memberikan petunjuk kepada kita dan mereka”

Amin, amin

ونستأذن منكم أن ننشر هذا الجواب نصيحةً لهم وللمسلمين نظراً لأن أتباعهم ملايين ونرجو خيراً لهم

Dan kami mohon izin kepada anda untuk menyebarkan jawaban ini sebagai nasehat kepada mereka dan kepada kaum muslimin, mengingat pengikut mereka jutaan dan kami mengharapkan kebaikan kepada mereka.

قال فضيلة الشيخ حفظه الله : الواجب علينا اتباع القرآن الكريم, واتباع الرسول ج, واتباع الصحابة رضي الله عنهم, والتابعون رحمهم الله, وأتباع التابعين, ونجتنب الطرق المخالفة المنحرفة

Fadhilatu as-syaikh hafidhahullah berkata : “Wajib bagi kita mengikuti al-qur’an al-karim dan mengikuti rosulullah shollallohu ‘alaihi wasallam dan juga mengikuti as-salaf as-sholih, yaitu para sahabat rodhiallohu ‘anhum, para tabi’im rohimahumullah, dan tabi’i at-tabi’in. Dan wajib bagi kita untuk menjauhi jalan-jalan yang menyelisih dan menyimpang”.

Demikian transkrip dari rekaman tanya jawab antara mahasiswa Universitas Islam Madinah dengan As-Syaikh Yahya bin ‘Utsman hafidzohullah (silahkan download rekamannya disini)

KUMPULAN DUSTA KHOLIL BUSTOMI

Pepatah berkata : Guru kencing berdiri maka murid kencing berlari…

Jika sang raja Nur Hasan Ubaidah seorang pendusta tukang “ngapusi”, maka sang murid Kholil Bustomi tidak kalah hebat dalam menerapkan metode ngapusi ini.

Sebagaimana telah lalu, ternyata Syaikh Yahya mengingkari pernah berfatwa sebagaimana yang telah dipropagandakan oleh Kholil, dan beliau telah menunjukkan pertentangan beliau terhadap fatwa-fatwa yang dinisbahkan kepada beliau.

Kalaupun pernah terjadi dialog antara Kholil dengan Syaikh Yahya maka tentunya beliau tidak berfatwa sebagaimana yang dipropagandakan oleh Kholil. Karenanya kami meminta bukti kepada Kholil berupa rekaman suara Syaikh tentang fatwa-fatwa yang dipropagandakan oleh Kholil. Kalaupun telah terjadi dialog sebagaimana yang diakui dan ditranskrip oleh Kholil maka transkrip tersebut pun menunjukkan kebohongan Kholil.

Berikut ini saya haturkan cuplikan kebohongan-kebohongan dan ketidak-amanahan Kholil Bustomi dalam merekayasa fatwa Syaikh Yahya bin ‘Utsman hafidzohullah.

Pertama : Syaikh telah menjelaskan bahwa makna orang yang meninggal tidak dalam keadaan berbai’at adalah meninggal sebagaimana meninggalkanya ahli jahiliyah yang dalam keadaan kacau karena tidak memiliki pemimpin. Akan tetapi dalam transkrip diterjemahkan bahwa maksud dari meninggal sebagaimana meninggalnya ahli jahiliyah adalah MASUK NERAKA


Kholil nekat berdusta dalam terjemahan di atas, karena memang diantara perkara yang menjadikan rakyat ISLAM JAMA’AH patuh membabi buta kepada rajanya adalah karena takut masuk neraka, takut menjadi seorang kafir kalau sampai meninggalkan bai’at kepada raja ISLAM JAMA’AH !!!!

Kedua : Fatwa Syaikh Yahya jelas menyatakan bahwa tidak semua orang harus berbai’at langsung kepada penguasa, yang langsung adalah para pembesar saja, adapun rakyat secara umum maka hukumnya mengikuti secara otomatis. Akan tetapi diterjemahkan oleh Kholil bahwasanya rakyat secara umumpun harus berbaiat secara langsung.

Padahal terjemahan yang benar dari perkataan Syaikh Yahya “وَصِغَارُ النَّاسُ تَبعٌ” adalah “Dan rakyat selain para pembesar maka hukumnya mengikuti”.

Yang jadi masalah kebanyakan rakyat ISLAM JAMA’AH (bahkan para dainya) tidak tahu bahasa Arab, sehingga sangat mudah dibohongi oleh Kholil

Ketiga : Kholil berbohong kepada Syaikh dengan menyatakan bahwa rakyat Indonesia adalah orang-orang kafir

Yaaa begitulah aqidah ISLAM JAMA’AH yang mengkafirkan orang-orang pihak luar Kerajaan dinasti ISLAM JAMA’AH. Meskipun mereka selalu berusaha berbudi luhur “ngapusi” masyarakat seakan-akan mereka tidak mengkafirkan akan tetapi banyak praktek-praktek dari kalangan rakyat bawah ISLAM JAMA’AH menunjukkan akan hal itu, seperti :
– Tidak mau bermakmum kepada pihak luar kerajaan
– Menghukum murtad bagi orang yang keluar dari kerajaan ISLAM JAMA’AH

Keempat : Kholil dalam transkrip terjemahan menyatakan bahwa pemerintah Indonesia orang-orang musyrik

Kelima : Pengakuan Kholil bahwa Syaikh Yahya membolehkan berbaiat secara sembunyi sembunyi

Hal ini jelas merupakan kedustaan atas nama syaikh yahya, bahkan bagi orang yang mengerti bahasa arab akan faham bahwasanya dalam jawaban syaikh di sinipun tidak menunjukan akan bolehnya membaiat seorang imam secara sembunyi-sembunyi.

Akan tetapi yang menjadi masalah, Kholil telah mengesankan kepada Syaikh bahwasanya rakyat Indonesia adalah rakyat kafir, dan pemerintahnya adalah pemerintahan orang-orang musyrik.

Dan telah jelas dalam fatwa Syaikh Yahya yang sebenarnya bahwa beliau melarang membuat bai’at secara sembunyi-sembunyi padahal pemerintah Indonesia tegak. Bahkan Syaikh Yahya menganggap perbuatan membaia’t secara sembunyi-sembunyi merupakan bentuk DOSA BESAR.

Keenam : Kholil mengaku bahwa Syaikh Yahya mendukung metode mengkul ala ISLAM JAMA’AH

Padahal telah jelas dalam fatwa Syaikh Yahya yang sesungguhnya bahwasanya beliau membolehkan untuk menimba ilmu dari siapa saja selama dibangun di atas Al-Qur’an dan Sunnah Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam berdasarkan pemahaman para salafus sholeh.

Ketujuh : Dusta Kholil terhadap sejarah !!!

Kholil bertutur :

Dalam penuturan ini Kholil menyatakan dua pernyataan ngawur dan dusta,

(pertama) : Syaikh Muhammad bin Abdil Wahhab adalah seorang Guru Besar di Masjidil Harom

(kedua) : Syaikh Muhammad bin Abdul Wahhab diajak oleh Raja Malik Abdul Aziz untuk bersama-sama memberantas bid’ah khurofat syirik.

Jelas dalam sejarah Syaikh Muhammad bin Abdul Wahhab tidak pernah menjadi guru besar di Masjidil Haroom. Dakwah Syaikh Muhammad bin Abdil Wahhab hanya baru sampai ke kota Mekah setelah Kerajaan Arab Saudi menguasai kota Mekah pada tahun 1219 H (1804 M) sekitar 13 tahun setelah wafatnya Syaikh Muhammad bin Abdil Wahhab rahimahullah.

Yang lebih konyol lagi yaitu pernyataan Kholil yang kedua bahwa Malik Abdul Aziz mengajak Syaikh Muhammad bin Abdil Wahhaab bersama-sama memberantas bid’ah khurofat syirik. Bagaimana bisa hal ini terjadi??, padahal Syaikh Muhammad bin Abdil Wahhab telah meninggal pada tahun 1206 H atau 1791 M. Adapun Malik Abdul Aziz lahir pada tahun 1293 H (1876 M) yaitu sekitar 87 tahun setelah wafatnya Syaikh Muhammad bin Abdil Wahhab. Dan Malik Abdul Aziz mendirikan kembali kerajaan Saudi yang ketiga kali pada tahun 1319 H (1902).

Memang Kholil ini sangat pandai mengarang cerita, karena memang sangat berbudi luhur (baca : ngapusi)

KHOLIL BUSTOMI DIUSIR PEMERINTAH SAUDI

Sungguh sangat memalukan….ternyata Kholil dideportasi (diusir) dari kerajaan Arab Saudi karena memiliki pemahaman takfiri (suka mengkafirkan). Karenanya hingga saat ini sang Kholil tidak bisa tinggal menetap di Arab Saudi karena telah diblacklist oleh pemerintah Saudi akibat pemikiran takfirnya (suka mengkafirkan).

Kholil hanya dibolehkan oleh pemerintah Saudi untuk datang haji dan umroh, adapun menetap tinggal di kerajaan Saudi maka tidak mungkin.

Sungguh-sungguh memalukan…Kholil ditangkap oleh polisi dan di usir dari kota tempat sang raja dahulu menimba ilmu !!???

Kholil bertutur –sebagaimana ditranskrip cerita beliau sbb-:

Dalam penuturan Kholil ini, ia mengesankan bahwa Kerajaan Arab Saudi memerangi madzhab, terutama madzhab Syafii !!!. Ini jelas merupakan kedustaan. Terlebih lagi Kholil menyatakan bahwa kalau ada orang yang mengerjakan madzhab Syafii maka akan ditangkap dan dipenjara !!!!. Kita mahasiswa Universitas Islam Madinah diwajibkan untuk mempelajari kitab Bidaayatul Mujtahid (karya Ibnu Rusyd) yang berisikan tentang pendapat 4 madzhab, madzhab Hanafi, Maliki, Syafii, dan Hanbali.

Jika ada orang yang menerapkan madzhab Syafii lantas ditangkap dan dipenjara oleh pemerintah Arab Saudi, maka tentunya kebanyakan jama’ah haji Indonesia sudah pada dipenjara ???

TERNYATA… justru Kholil yang ditangkap, dipenjara, dan dideportasi karena memiliki pemikiran menyimpang yaitu pemikiran takfiri (tukang mengkafirkan) !!!, sungguh amat memalukan !!!

KLAIM KHOLIL BAHWA RAKYAT ISLAM JAMA’AH KALAU MENINGGAL PASTI (BAHKAN WAJIB) UNTUK MASUK SURGA

Diantara taktik yang dilancarkan oleh ISLAM JAMA’AH agar rakyatnya senantiasa patuh dan tetap terperangkap dalam tempurung katak yaitu keberanian ISLAM JAMA’AH untuk mengklaim bahwasanya mereka pasti masuk surga. Kholil berkata :

Kholil Bustomi juga bertutur :

Tidak ada seorang sahabat Nabipun yang pernah dengan begitu berani dan PeDe mengklaim bahwa ia pasti masuk surga. Bahkan seperti Umar bin Al-Khottob radhiallahu ‘anhu saja yang telah dijamin masuk surga oleh Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallampun tidak PeDe memastikan beliau masuk surga. Sungguh hebat ISLAM JAMA’AH yang benari memastikan seluruh anggotanya pasti masuk surga dan pasti selamat dari api neraka !!!.

KENAPA ISLAM JAMA’AH MEMUSUHI SALAFI ???

Seharusnya ISLAM JAMA’AH bersyukur dengan adanya dakwah salafiyah yang diemban oleh banyak dai yang merupakan lulusan universitas-universitas Kerajaan Arab Saudi. Karena mereka para dai-dai salafi tersebut telah belajar langsung sebagaimana pengakuan ISLAM JAMA’AH bahwa rajanya Nur Hasan Ubaidah juga belajar langsung di sana. Akan tetapi kenyataannya ternyata pihak Kerajaan ISLAM JAMA’AH sangat memusuhi para dai salafy, kenapa bisa demikian perkaranya??!!

Jawabannya sangatlah jelas… karena dakwah salafiyah akan membongkar kedustaan raja mereka selama ini !!!.

Catatan : Adapun bukti-bukti otentik tentang pemahaman takfiri (mengkafirkan kaum muslimin di luar Islam Jama’ah) maka bisa dibaca di http://airmatakumengalir.blogspot.com/2012/09/pemahaman-takfiri-islam-jamaah_27.html

Semoga dengan tulisan sederhana ini maka para rakyat Islam Jama’ah bisa membuka hati dan meluruskan keyakinan mereka dan kembali kepada jalan yang telah ditempuh oleh para ulama yang berpijak di atas jalan para as-salaf ash-sholeh.

Alhamdulillahi Robbil ‘Aaalamiin

Kota Nabi -shallallahu ‘alaihi wa sallam-, 11-11-1433 H / 27 September 2012 M

Abu Abdilmuhsin Firanda Andirja

http://www.firanda.com

 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada Oktober 16, 2012 in L D I I

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: